Selasa, 20 Februari 2018

Cuma 1500400 yang Peduli

Banyak banget yang ngeluh soal BPJS, entah proses, pelayanan, maupun ketersediaan fasilitas kesehatan. Bayar rutin, pas mau dipakai prosesnya ribet, kehabisan kamar, obatnya enggak ada, dan lain sebagainya. Setiap hal pasti ada pro-kontra, ketika satu sisi ada yang protes, di sisi lain ada yang begitu puas dengan pelayanan BPJS.

Senin, 19 Februari 2018

Difabel Juga Bisa Punya Pekerjaan Keren


Coding Mum itu apaan, sih? Aku tahunya coding itu kerjaannya anak IT, kerjaan yang bikin mereka asik kayak punya dunianya sendiri dan lupa segalanya, lupa makan, mandi, waktu, pacar. Eh. Ya, gitu, deh, pokoknya, buat mereka pasti asik banget, ya. Lalu, kalau Coding Mum itu apa ya?

Sabtu, 17 Februari 2018

Zona Madina yang Penuh Manfaat

Kalo lagi di kampung halaman ibu, tuh, susah banget mau jajan ini itu, ada warung, sih, tapi ya cuma itu, satu-satunya. Mau gak mau ya harganya segitu. Bayangin, bok, gak ada saingan. Ada warung lagi tapi jauh syekale. Tempatnya emang perkampungan di daerah pegunungan gitu, yang maghrib aja udah bikin pake jaket, dan suhu tengah malam itu 18 sampai 16°C. Coba bayangkan, rasakan sensasi menggigilnya menjelang subuh. Hahahha.

Kamis, 08 Februari 2018

Bahasa Indonesia dan Aku

Semua yang terjadi saat ini pasti berhubungan dengan masa lalu, apa yang kita dapatkan dan lakukan pun begitu, enggak ada yang tiba-tiba begini dan begitu. Setiap orang pasti punya cita-cita, waktu kecil cita-citanya keren dan banyak. Semakin lama kita pasti fokus pada satu hal karena lebih tertarik hal tersebut dari pada sesuatu yang lain.

Yang waktu kecil suka menggambar, dia akan menyukai seni, mungkin nantinya bisa menjadi pelukis. Jika saat kecil suka mengamati makhluk hidup dan alam, bisa jadi dia nantinya menjadi seorang peneliti hebat. Seperti di sekolah, yang suka dengan pelajaran sejarah, nantinya dia bisa menjadi seorang arkeolog, atau ahli sejarah.

Waktu kecil, sejak TK aku suka banget baca buku, bacanya selalu dengan suara keras-keras puisi atau cerita pendek di buku, enggak pake malu soalnya di dalam rumah. Hahaha. Aku suka baca sudah sejak saat itu, entah kenapa susunan kalimat itu sangat menarik, suka banget kalau ada percakapan atau dongeng. Setelah baca tulisan-tulisan itu, rasanya jadi senang gitu, aku pun bingung. 

Aku suka banget Bahasa Indonesia, karena banyak percakapan, cerita pendek, dan dongeng. Kalau buku pelajaran itu sudah aku baca habis, ganti ke buku kakakku, terus sampai dia lulus sekolah. Hihihi. Saat itu aku cuma suka baca, belum terpikir untuk nulis atau buat karya sendiri, masih menjadi penikmat.


Bingung enggak, sih, suka Bahasa Indonesia tapi jarang banget dapat nilai 9 atau 10. Hahaha. Sepertinya aku cuma suka dengan cerita dan tanda baca yang dikenalkan oleh pelajaran itu. So, efeknya adalah masa kini, enggak sepenuhnya dari apa yang aku dapat waktu sekolah, karena belajar dari banyak teman yang hebat. 

Sebelum tahun 2014 tulisanku masih berantakan tanda baca, masih galau waktu dan tempat penggunaan tanda baca. Tanda baca itu banyak banget, enggak cuma titik - koma - tanda tanya - tanda seru. Dan, titik pun punya makna berbeda sesuai jumlahnya dan penggunaan spasi. Ternyata Bahasa Indonesia semenarik itu. Sering, kan, lihat orang salah paham dan berantem karena baca tulisan? Salah satu faktornya adalah tanda baca yang digunakan, kalau penggunaannya enggak tepat, bisa memiliki arti yang berbeda.

Aku enggak bakal ngasih pelajaran di sini, karena aku juga masih belajar terus dan dari banyak sumber. Sekarang kegiatanku mengharuskan banyak menulis, dan berbicara. Menyampaikan banyak hal dengan cara yang tepat. Pelajaran Bahasa Indonesia enggak melulu tentang menulis, tapi juga bicara, bagaimana cara berbicara dengan teman, orang yang lebih muda, anak-anak, orang tua, dan rekan kerja. 

Aku kalau ketemu orang baru pasti jaim, ceria tapi sopan, kadang diem. Tapi kalau sudah kenal dekat, ya, ancur. Eits, maksudnya enggak sejaim di awal ketemu. Hihihi. 

Kayaknya kalau lihat orang ngomong gampang, ya, pas nyoba sendiri malah grogi dan suara kita hilaaang. Hahahha. Fungsi Bahasa Indonesia ada di sini, tentang artikulasi, intonasi, diksi yang digunakan, dan getikulasi. Ini aku inget-inget aja pelajaran Bahasa Indonesia waktu kelas 2 SMP. Sssttt, gurunya killer, marahnya pakai majas.

Nah, majas, aku juga suka tuh majas, buat sok-sok an nyebut sesuatu pakai perumpamaan. Hahahah. 


Selain Bahasa Indonesia, aku suka pelajaran Kolega waktu SMK, ini ada hubungannya dengan kewirausahaan dan pemasaran. Isinya teori semua, tapi benar-benar berguna di dunia kerja. Aku ingat kalau Kolega ini sesuai namanya, mempelajari yang berhubungan dengan rekan kerja atau klien bisa juga konsumen dan pelanggan, bagaimana sikap kita dan penampilan sampai aturan di meja makan atau kerennya table manner. 

Jadi, teman-teman enggak usah bingung kenapa cara aku ngomong sama bapak ojek online di telepon itu beda banget sama kalau kalian ngobrol sama aku. Hahaha. Okelah, segitu aja ceritanya, kapan-kapan cerita yang lain.

Selasa, 06 Februari 2018

Reuni, Hal Sulit yang Asik

Masih inget dulu suka ke wartel buat telepon ke rumah teman, sekali telepon palingan habis 200 sampai 300 rupiah. Setelah punya telepon rumah sendiri, lebih enak buat komunikasi sama teman, waktu SMP telpon ke teman dekat waktu SD. Haha hihi cerita-cerita gimana dia di SMP, tapi itu enggak berlangsung lama, kita mulai sibuk dan punya banyak teman baru di SMP.

Awal punya ponsel itu SMK kelas 3, mulai koleksi nomor telepon teman2 lama yang aku tahu, biasa lah dari teman ke teman. Enggak cuma dari ponsel, kadang kita komunikasi melalui friendster, ketemu banyak akun teman lama. Seiring berjalannya waktu, segalanya berubah, saat ini pun. Terus sekarang, gimana? Sekarang sudah ada yang jauh lebih memudahkan. Yup, whatsapp, menurutku ini aplikasi chatting paling asik, ya. Di belahan dunia mana pun bisa komunikasi, enggak kayak dulu zamannya telepon dan sms, ngitung-ngitung pulsa dulu.

Di whatsapp ada banyak pake banget grup, grup kerja, komunitas, kelas, alumni SD, sobat SMP, teman dekat SMK, dan beberapa grup lain yang tak bisa aku sebutkan. Eeeaaa. Setiap grup membahas hal berbeda, seperti biasa kalau grup alumni pasti berisik di awal-awal karena sudah lama enggak komunikasi langsung, segala hal ditanya, lama-lama grupnya jadi sepi dan tenggelam.

Komunikasi dunia maya enggak pernah cukup, kita pasti selalu ingin ketemu langsung, berkumpul, menceritakan dan berbagi keseruan. Biasanya mulai dirancanglah reuni, aku enggak pernah mau ambil bagian jadi panitia, Aku sudah lelah, Kawan. Kalau ditanya lokasi dan waktu, aku cuma bilang, Mana aja boleh, ambil tengah-tengah yang semua dekat. Kalau waktu, sih, boleh kapan aja, ikut aja aku, mah. Selebihnya biar urusan yang jadi panitia.

Sebenarnya reuni itu enggak perlu besar dan mewah, yang penting buat aku, sih, kebersamaannya dan tempatnya nyaman. Untuk reuni sendiri, aku pernah reuni SD, SMP, SMK, dan kerja. Aku ceritain sedikit masing-masing yang terjadi saat reuni. Aku lupa mana yang reuni duluan, tapi aku bakal mulai dari SD.


Reuni SD

Reuni SD ini sudah dibahas sebulan sebelum hari H, lokasinya di rumah salah satu teman yang halamannya cukup lega, karena acaranya adalah bakar-bakar ikan. Acaranya malam, dan kalau reuni emang biasanya malam, ya. Hihihi. Ketemu teman SD, kok aku jadi keder sendiri, semacam enggak yakin ini teman-teman dulu apa bukan? Teman perempuan yang dulu jadi primadona, sekarang badannya jadi besar banget, aku sampai syok. Hahaha. Ada teman cowok yang lumayan keren, setelah aku perhatikan baik-baik ternyata dia yang dulu waktu SD gendut. Ya ampuuun, semua bisa berubah, ya.

Lucunya, aku baru tahu kalo ada yang suka sama aku sejak SD. Hahahha. Ya Tuhaaan. Oke, lupakan, yang pasti tetap seru, menceritakan kegiatan masing-masing. Waktu itu kami semua masih kuliah, jadi cerita seputar perkuliahan. Ada yang di jurusan perawat, IT, ekonomi, ada yang sudah kerja, ada yang kuliah sambil kerja. Semakin asik ketika mengingat masa SD, hal penting tapi jadi konyol kalau diceritain sekarang.


Reuni SMP

Reuni SMP, aku lupa ini tahun berapa reuninya, lokasinya di rumah makan seperti pondokan atau saung gitu. Ceritanya satu angkatan, tapi yang datang enggak sampai setengahnya, sih. Seru dan ramai, tapi ya gitu, deh, masih berkelompok dan ngobrol masing-masing. Dibilang seru sih enggak, dibilang enggak tapinya not so bad. Mungkin karena kurang berbaur aja ya semuanya. Oh, ya, ada 2 orang teman yang jadi ganteng banget, badannya keren, padahal dulu kerempeng banget tuh mereka. Lanjut, deh, reuni SMK.



Reuni SMK

Reuni SMK, jadi ini reuni yang enggak bisa dibilang reuni juga, sih, soalnya baru 2 tahun kelulusan. Hahaha. So, karena satu angkatan ini mencapai 1000 orang, jadi ini susah banget, grupnya pakai facebook. Banyak pake banget yang excited, tapi karena enggak sinkronnya waktu, alhasil yang datang enggak sampai 100, booo.

Ambil lokasi di pondokan gitu juga, dan pas acara mulai, aku baru sadar kalo yang aku kenal palingan 10 orang. Hastagaaa. Yaudah lah, ya, kenal enggak kenal yang penting ngobrol. Enggak terlalu luas yang dibahas, mungkin karena waktunya juga belum lama, ya. Eh, BTW ada yang seru, di saat yang lain bawa motor, nebeng, naik angkot, atau dianterin ortu, tiba-tiba ada mobil keren mentereng masuk parkiran. Enggak mungkin ada orang lain datang, orang udah di-booking, kok. 


Pas keluar dari mobil, wiiihhh, cover girl. Hahaha. Yup, semua syok, ternyata itu teman kita juga, dia memutuskan menjadi foto model, jelas aja baru lulus 2 tahun udah bisa punya Mazda terbaru saat itu. Hahaha. Sedikit banyak aku menikmati lah reuni itu. Next, reuni kerja.


Reuni Kerja

Reuni kerja, reuni sama teman kerja ini agak bingung juga, disebut reuni atau enggak ya. Soalnya kita suka ketemu, tapi paling satu-satu, enggak lengkap. Tim ini enggak semuanya sudah resign, karena masih ada beberapa yang kerja di sana. Kami punya grup whatsapp, sampai sekarang masih untuk komunikasi. Jadi, reuni ini kita bahas tentang kejadian-kejadian lucu sama anak murid, sama bos, atau wali murid. Kekonyolan murid dan pengajar yang bisa menjadi cerita. Biasanya kami ngumpul di foodcourt, atau tempat nongkrong yang nyaman untuk berlama-lama.

Setiap reuni itu selalu punya kesannya sendiri, mulai dari perubahan sikap dan fisik teman-teman, juga keseruan selama acara. Sayangnya, sering kali sulit mengumpulkan sekian banyaknya orang dengan kesibukan masing-masing. 

Buat aku pribadi, reuni itu punya manfaat yang jauh lebih besar dari sekadar haha hihi, karena siapa tahu rezeki terbuka melalui teman lama. Bisa jadi rekan bisnis, info pekerjaan, atau mungkin jodoh. Hihihi.


Oh, ya, reuni TK nih yang belum pernah. Hihihi
Kalau kamu, gimana?


Minggu, 04 Februari 2018

Brother Bisa Cetak Foto Super Tajam

Zaman sekarang gadget sangat menjamur, dan seagalanya bisa kita lakukan melalui jaringan internet, pengiriman data bisa dalam bentuk soft copy, selain efisien dalam hal biaya dan waktu, juga membuat kita menyelesaikan pekerjaan yang lain lebih cepat.

Jumat, 02 Februari 2018

Sepak Terjang DD Sejak 1993

Produk pemberdayaan Dompet Dhuafa

Zakat, infak, dan sedekah itu menjadi hal biasa untuk umat muslim dan masyarakat pada umumnya. Mensucikan harta yang kita miliki, yup, sebagian harta kita itu milik mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Nah, enggak jarang juga mau bayar ke mana, mau langsung ke seseorang takutnya dia malah tersinggung atau ada orang lain yang iri karena enggak kebagian sedekah kita, di lain sisi kita sedekah belum bisa banyak. Lalu, bingung. Hihihi.

Senin, 29 Januari 2018

Freelancer dan Perencanaan Keuangan

Gaes, Bagas masih punya Mozilla lho sebagai browser-nya. Aku masih pakai browser itu sesekali. Oh, ya, Bagas itu lappy aku, ya. Kalau punya kamu namanya siapa? Udah gak usah dijawab, aku enggak butuh. Uhuk

Jumat, 26 Januari 2018

Hangout Bareng Yumzaa yang Nyummy

Aku tinggal di Tangerang Selatan, di sini itu udah kayak Jakarta, deh, macetnya. Lebih terurai, sih, pamer gitu padat merayap. Tapi kalau akhir pekan atau libur yang cukup panjang, ya, jalan ke mana aja ketemu macet.

Minggu, 07 Januari 2018

Sepak Terjang JKN-KIS hingga UHC

Enggak jauh dari daerah tempat tinggalku ada pusat perbelanjaan yang baru dibuka, penasaran dan akhirnya janjian ketemu teman di sana. Seperti di tempat lain, kami keliling ngontrol seperti apa konsep dan ada apa saja di dalamnya, lalu diakhiri dengan ngopi cantik. Bohong, ding, bukan kopi, tapi mocca vanilla. Hahaha.