Sabtu, 03 Maret 2018

Indonesia dan Jepang Menyatu Dalam Lidah

Gaes, Hokben sejak 1985 sudah memiliki sekian banyak gerai, beberapa yang aku tahu itu di Blok M, Hotel Kartika Chandra, Plaza Festival, BSD Square, Tang City, dan Tangerang Kota. Sebenarnya masih banyak banget, tapi itu yang aku notice saja, ya.

Hokben Tangerang Kota

Sebelum hari terakhir di Februari 2018 aku ke Hokben Tangerang Kota, lokasinya strategis, sih, gampang dicari dan dekat beberapa land mark. Dari stasiun kereta Tangerang, tinggal jalan kaki saja sejauh kurang lebih 900 meter. Kalau naik ojol  (ojek online) murah, sih, tapi jalurnya memutar, karena hokben Tangerang kota ini di jalur satu arah, jadi kalau naik transportasi umum malah semakin jauh.

Bersama Ibu Kartina Mangisi - Communications Division Head Hokben 

Patokan lainnya, Hokben Tangerang Kota enggak jauh dari masjid Al-Azhom yang terkenal itu, tepat di seberang Hokben ada SMAN 1 Tangerang, dan di samping Hokben itu Polres Tangerang. Jadi gampang banget carinya, tempat parkirnya enggak luas tapi cukup. "Di sini tersedia 116 kursi, ada musala, ada ruang untuk meeting atau ulang tahun, bangunannya juga 2 lantai," jelas Pak Sonni Rakasiwi Store Manager Hokben Tangerang Kota.

Bersama Bapak Sonni Rakasiwi - Store Manager Hokben Tangerang Kota

Aku ke sana nyobain sambal Padang, Jawa, dan Bali sama menu hokben yang beraroma Jepang. Kenapa Padang, Jawa, dan Bali? Soalnya ada 3 jenis sambal yang tersedia di Hokben yaitu Sambal Hijau, Sambal Bawang, dan Sambal Matah. Awalnya enggak yakin, nih, apa jadinya kalau sambal asli Indonesia ini dimakan pakai makanan Jepang? Biasanya sambal-sambal itu aku makan pakai menu-menu goreng khas Indonesia. Tapi, sekarang harus coba mencampurkan rasa dua negara. Hmmm

3 sambal dijual dalam kemasan plastik (dokpri)

Sambal hijau terbuat dari cabai hijau besar, rasanya enggak terlalu pedas, mirip sambal di rumah makan padang, sih, enggak terlalu pedas gitu. Aroma cabai hijau enggak terlalu terasa, enak banget makannya dicampur beef teriyaki.

Sambal hijau (dokpri)

Burung kertas untuk beef teriyaki (dokpri)

Beef teriyaki dengan sambal hijau (dokpri)

Sambal bawang terbuat dari cabai merah keriting dan bawang merah, teksturnya mirip sambal goreng. Rasanya pedas, awal makan, sih, biasa, tapi lama-lama terasa panas juga di mulut. Hahaha

Sambal bawang (dokpri)

Sambal matah yang biasanya terbuat dari cabai dan bawang mentah, kali ini dimatangkan terlebih dahulu. Mungkin untuk menghilangkan aroma bawang merah, atau biar lebih awet kali, ya. Dibuat dari cabai rawit merah yang besar-besar, jadi rasa pedasnya ugh banget dibanding sambal yang lain. 

Sambal matah (dokpri)

Sambal hokben bisa dibeli terpisah dengan harga Rp 5.000 setelah pajak. Jadi, kalau mau beli sambalnya saja pun bisa. Paket menu juga tersedia, namanya Hoka Suka. Hoka Suka punya 3 pilihan menu, ada Hoka Suka 1, 2, dan 3. Masing-masing berbeda di lauk utamanya.

Bersama Bapak Jasata - Brand Activation Division Head Hokben

Hoka Suka 1 terdiri dari Yakitori Grilled, nasi, acar, kering kentang, dan sambal. Untuk sambalnya bisa milih, mau Hijau, Bawang, atau Matah. Aku ambil menu Hoka Suka 1 dan sambalnya yang matah. Itu jadi inget sama sate taichan yang lagi hits, soalnya Yakitori ini daging ayam tanpa lemak yang ditusuk seperti sate dan dimasak dengan saus teriyaki dengan proses panggang.

(Dokpri)

Hoka Suka 2 terdiri dari Ebi Furai, nasi, acar, kering kentang, dan sambal. Berhubung ebi furai itu udang yang dilapisi tepung roti dan dimasak dengan metode deep frying oil jadi makannya cocok nih pakai sambal bawang, dilumuri gitu.

(Dokpri)

Hoka Suka 3 sendiri isinya Chicken Katsu, nasi, acar, kering kentang, dan sambal. Chicken Katsu yang seperti Ebi Furai, dilapisi tepung dan dimasak dengan metode deep frying oil enak banget kalau pakai ketiga sambal dicampurkan, rasanya nyummy banget. 

(Dokpri)

Resto yang memiliki sertifikat halal dari MUI dengan nomor HS4A4723/092015/HHB ini selain menyajikan tempat nyaman dan makanan enak, pelayanannya juga cepat dan ramah. Enggak heran setiap ke Hokben mana pun pasti panjang antriannya, kecuali datang pagi-pagi, ya.

(Dokpri)

Oh, ya, Hokben Tangerang Kota ini buka 24 jam, jadi kalau pas tengah malam lagi ada di wilayah Tangerang Kota atau tinggal di sana dan lapar, bisa melipir ke sini. Sudah malam dan malas keluar? Tenang aja, telpon ke 1-500-505 dengan minimal order Rp 50.000. Huh hah bareng sambal asli Indonesia dari Hokben.

Hoka Suka 1 dan ketiga pilihan sambal (dokpri)

(Dok. Dedy Darmawan)

2 komentar:

  1. Ini Hokben yang dulunya di Cimone itu kan yah? Oalah sekarang pindah di depan SMAN 1 Tangerang? pantesan dicariin di Cimone gak ada.

    BalasHapus
  2. ganti template lagiu ya.....


    hokben mah ga ada di situndo. kaefci juga.. apaan coba.... pmasak kudu ke jember dulu

    BalasHapus

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya.