Langsung ke konten utama

HUT BUMN ke-21 di USeeTV

Maskot HUT BUMN 2019 (dok. BUMN)

Besok Sabtu tanggal 13 April 2019, apa ada yang akan memulai sesuatu yang baru di tanggal tersebut? Kalau BUMN lagi bahagia, pasalnya 13 April itu adalah hari ulang tahun BUMN yang ke-21. Menyambut ulang tahunnya ini, BUMN punya rangkaian kegiatan yang sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu, sebenarnya rutin sejak 2016 dan para pelakunya adalah millennials.

Dan, suatu kehormatan buat aku bisa datang sebagai penonton di acara Paradigma dari saluran USeeTV tanggal 5 April lalu, yang saat itu membahas tentang ulang tahun BUMN. Dipandu dua host kece, Vina dan Bisma. Malamnya aku nonton lagi melalui streaming jam 20.00 WIB sampai dua jam ke depan.

Menghadirkan empat tamu spesial, sesuai urutannya itu Bapak Fajar Harry Sampurno – Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media KBUMN. Di sini beliau mengenalkan tagline “One Nation, One Vision, One Family”. Buat aku ini maknanya dalam banget. Yaks, Bapak Fajar menjabarkan perihal BUMN pastinya dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh KBUMN.

(Ki-ka): Bisma, Bapak Fajar Harry Sampurno, dan Vina

Acara-acara BUMN ini bentuknya biasanya festival, sudah pasti banyak yang jualan dong, ya. Nah, di festival itu kita bisa jajan-jajan tapi bayarnya enggak pakai uang fisik, melainkan melalui aplikasi LinkAja. Para pengguna provider Telkomsel pasti tahu banget, kan, sama tcash? Nah, sekarang sudah berubah jadi LinkAJa. LinkAja ini teknologi finansial sinergi Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), Telkomsel, dan Pertamina.

So, BUMN hadir untuk negeri, bukan sekadar slogan, tapi memang dibuktikan dengan cara BUMN merengkuh millennials. Iya, BUMN tahu gimana karakter millennials, jadi apa yang dilakukan BUMN itu enggak jauh dari khas millennials. BUMN ada untuk berperan aktif dalam mendukung pembangunan bangsa. Salah satunya memberi peluang kepada millennials dalam banyak kegiatan.

Kemudian hadir Bapak Yossi Istanto – Direktur Strategic Human Capital BTN, di tengah-tengah pembicaraan, beliau mengakui bahwa di kantornya 70% diisi oleh millennials, itu baru di satu instansi, belum di instansi lain. Para pelaku kegiatan BUMN adalah millennials, kenapa? Karena kami enggak betah selalu bekerja di belakang meja. Hehehe.

Bapak Yossi Istanto

Sejak 2015, BTN kerja sama dengan Pemerintah untuk rumah subsidi sejak 2015. Nah, ini aku ddulu ddi sekiar tahun itu pula, cari rumah subsidi, cek-cek di mana yang ada, buakn buat aku, sih, buat teman yang minta tolong cek lokasi-lokasi berdirinya rumah subsidi pemerintah. Ada satu lagi program BUMN, nih, namanya Bersih-bersih Kampung Sehat, jadi millennials juga paham betapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

Namanya juga BUMN, masih bagian dari negara, pasti ada saja suara-suara negatif dari luar, dan kalau ada suara tentang BUMN, Pak Fajar cuma bilang, “Alhamdulillah, berarti banyak yang mau tahu.” Adem banget, sih, jawabannya, Pak, padahal enggak sedikit hoax yang tersebar terkait BUMN.

Ngomongin hoax, Rendy Herison – Digital Analist menyampaikan berdasarkan yang ia analisa, pencarian hoax tertinggi terjadi pada akhir Oktober sampai awal November 2018 lalu, yang dicari adalah hoax seputar kasus yang ramai saat itu, coba dicek ulang apa yang terjadi saat itu. Hehehe.

Rendy Herison dan Vina

Saat ini salah satu berita enggak enak terkait BUMN adalah dikaitkannya dengan PilPres, HUT BUMN tanggal 13 sedangkan PilPres tanggal 17, terus mau bagaimana dong? Masa tanggal ulang tahun mau digeser seenaknya? Kan, pasti ada kebijakan yang mengatur sehingga diputuskan HUT BUMN ya di tanggal tersebut. Padahal tahun sebelumnya juga aman saja, enggak ada yang meributkan hari ulang tahun BUMN.

Hoax yang beredar itu sebenarnya sedikit, yang banyak adalah penyebarannya. misalnya yang membuat hoax ada 10 orang, satu orang membuat satu berita hoax, lalu disebar. Nah, nanti efeknya pasti akan saling sebar, makanya yang mendistribusi hoax jauh lebih banyak dibanding pembuatnya. Sering kali kita juga enggak sadar kalau sudah sebar berita hoax, karena naluri manusia yang selalu ingin menjadi hero bagi yang lain, makanya kalau ada informasi yang sekiranya penting, akan langsung disebar tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

Wendy Marc  sebagai seorang influencer yang juga singer dan song writer, pernah ikutan marathon BUMN. Ia bercerita hal paling mengesankan saat berlari itu adalah ketika itu hari Minggu dan anak-anak sekolah hadir menampilkan tari-tarian, hal itu yang bikin tetap semangat lari dan bangga sama antusiasme masyarakat pun peserta.

Wendy Marc

Pak Yossi sendiri mengakui kalau millennials itu susah diatur, tapi kalau ada acara BUMN yang di luar ruangan seperti marathon itu, semangatnya ’45. Enggak perlu dipaksa, mereka akan sukarela mengerjakan hal-hal terkait event. Ya, aku setuju banget sama pernyataan Pak Yossi, kalau kegiatan luar ruangan, millennials pasti semangat banget.

Hubungan BUMN dan millennials, millennials bisa berfungsi sebagai influencer untuk berbagai program BUMN. Rendy Herison menjelaskan bahwa influencer yang ada saat ini itu awalnya adalah mereka yang tertarik dengan suatu produk, kemudian membelinya, setelah mencoba produk tersebut dia menceritakan di media sosial dan dibaca oleh teman-temannya, kemudia mereka jadi terpengaruh untuk mencobanya juga.

Setuju banget kalau dibilang bikin konten itu mahal, postingan berupa tulisan, video, atau foto itu bukan tanpa konsep, tapi micro influencer harus menyajikan konten yang bagus dan memang layak untuk dilihat banyak orang. Namanya juga influencer, tujuannya pasti memengaruhi setiap orang yang membaca atau melihat postingannya.

Oh, iya, maskot HUT BUMN tahun ini adalah Badak Jawa, seperti gambar pertama di tulisan ini. Kenapa badak? Menurut penjelasan Pak Fajar, karena badak itu besar dan kuat, alasan dipilihnya badak jawa karena badak jawa itu kakinya pendek-pendek tapi lincah. Dan, lagi pula sebagai cara untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya melestarikan badak jawa yang hanya tinggal 67 ekor itu.

Dengan apa yang dilakukan BUMN bersama millennials membuat tidak adanya barrier antara masyarakat dengan pemerintah, semua bisa aktif ambil bagian untuk pembangunan negeri. Kurang lebih seperti itu penutup dari Wendy Marc sebelum menutup acara dengan suara merdunya membawakan lagu KAMU, iya, judulnya KAMU.

dok. Heri Bassista

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Liburan yang Menakjubkan dan Nyaman

Enggak terasa kayaknya tahun baru 2017 baru kemarin, eh, sekarang sudah menjelang liburan akhir tahun, ya. Temans mau ke mana saja, nih? Sudah rencana liburan ke suatu tempat? Atau mau di rumah saja dan mengunjungi lokasi terdekat? Tapi pasti sudah banyak yang persiapan ke luar kota atau ke luar negeri. Kalau aku, sih, masih pilih liburan di dalam negeri saja, punya passport sudah dua tahun dan masih bersih. Hmmm. Bebas, ya, mau liburan di mana saja dan ke mana saja asalkan sama kamu, iya kamu. Uwuwuw.

Persiapan Dana Pensiun Untuk Pekerja Lepas

Beberapa waktu lalu berkunjung ke rumah Pakdhe (sebutan untuk kakak laki-laki dari orang tua dalam bahasa Jawa), sedikit banyak bercerita, bertukar kabar, pandemi membuat segalanya terbatas, sapaan dalam jaringan tidak bisa menggantikan. Obrolan mengalir lancar, sedikit ejekan pun tak terlewat, Pakdhe yang satu ini sudah lanjut usia, namun jiwanya tetap muda, bisa mengikuti ritme kerabat yang seusiaku, nyaman untuk berbincang dengan beliau, mungkin salah satu faktornya adalah kehidupan masa tuanya yang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Beliau aman secara finansial, dan lingkungan keluarga yang cukup harmonis.

Pendidikan Non Formal Sebagai Pendukung Pendidikan Formal

Foto sweetlouise dari pixabay Tahun 2022, bulan Februari, yang sekarang kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pasti lagi mumet cari-cari sekolah dan universitas, banyak banget pertimbangan, mulai dari minat sampai kesanggupan orang tua. Meski sekarang sistem zonasi berlaku, tetap saja ada banyak hal yang dipertimbangkan jika terkait pemilihan sekolah. Untuk yang universitas, sudah pasti mencari yang punya jurusan impian, akreditasinya bagus, lokasinya oke, biayanya terjangkau, dan lain-lainnya.