Jumat, 30 November 2018

Thalassemia Bukan Kelainan yang Bisa Disepelekan

Periksa darah anda sebelum menikah. Hmmm. Ada apa dengan darah kita?

Sel darah merah (dok. Ilmupengetahuan.org)

Iya, sih, kalau bahas penyakit, darah biasanya yang dicek. Ada yang dianggap sepele, seperti anemia. Sejauh ini pahamnya bahwa si penderita kekurangan darah, tepatnya sel darah merah. Padahal ini enggak bisa dianggap sepele. Pernah dengar atau tahu thalassemia?


Thalassemia ini kelainan yang terjadi pada darah, yang membaut produksi hemoglobin jauh lebih  sedikit, sehingga produksi sel darah merah pun sedikit. Thalassemia sendiri terbagi menjadi tiga, Thalassemia mayor, Thalassemia intermedia, dan Thalassemia minor. Thalassemia ini penyakit yang diturunkan dari orang tua. Kelompok thalassemia tergantung dari bagaimana pola keturunan.

1. Jika dua orang menikah, dan kkeduanya memiiki thalassemia minor, maka akan meiliki anak dengan peluang 50% juga memiliki thalassemia minor, 25% memiliki thalassemia mayor, dan 25% terlahir normal. 

2. Jika salah satu pasangan memiliki thalassemia minor, maka akan memiliki keturunann yang 50% normal dan 50% memiliki thalassemia minor.

3. Jika orang normal menikah dengan pemilik thalassemia mayor, maka peluang memiliki keturunan 100% dengan thalassemia minor.

Thalassemia mayor umumnya diketahui sejak bayi dengan gejala lemah, lesu, pucat sering sakit, teradang perut juga buncit, pubertas terlambat dan mengalami gangguan pertumbuhan. Pasiennya harus melakukan transfusi darah secara rutin 2-4 minggu sekali seumur hiidup. Penderita thalassemia mayor enggak boleh konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, disarankan banyak konsumsi yang mengandung kalsium juga perbanyak minum teh. 

Thalassemia intermedia baru terdeteksi pada anak ketika sudah lebih besar, butuh transfusi darah juga tapi tidak secara rutin, walau gejalanya mirip dengan thalassemia mayor. Pada beberapa kasus memerlukan pengobatan rutin untuk mencegah kompliasi lebih lanjut.

Bagi penderita thalassemia minor, atau pembawa sifat, tidak ada gejala yang timbul, mereka cenderung terlihat normal, namun akan terlihat saat dilakukan pemeriksaan darah yang memliki kadar Hb sedikit atau di bawah normal.

Kalau misalnya kita tahu kalau menderita thalassemia minor, hal paling penting adalah cek seluruh anggota keluarga, untuk memastikan siapa saja yang memiliki thalassemia. Untuk penderita thalassemia minor, enggak perlu minum obat yang mengandungn zat besi kecuali menderita anemia.

Thalassemia tidak dapat disembuhkan tapi bisa dicegah dengan tidak adanya perkawinan antar dua orang yang menderita thalassemia, tapi  kalau mengatasnamakan cinta, ya, tanggung sendiri risikonya. Thalassemia mayor selain rutin melakukan transfusi darah, juga harus konsumsi obat untuk membantu mengeluarkan zat besi berlebih akibat dari rutinnya transfusi darah.

Gambaran darah normal dan thalassemia (dok. newspatrolling.com)

Penderita Thalassemia membutuhkan baya berobat setiap tahunnya sebesar 300 sampai 400 juta. Semakin bertambahnya usia, biaya akan semakin besar karena komplikasi yang dialaminya. Dengan mengetahui lebih dini melalui skrining pada usia remaja atau calon pengantin, dapat menurunkan kejadian thalassemia di masa depan. Skrining bisa dilakukan di Posbindu Penykit Tidak Menular, Puskesmas, dan Rumah Sakit.

Indonesia, ada thalassemia enggak?
Gini, thalassemia itu ditemukan di seluruh dunia, terutama negara yang ada dalam Thalassemia Belt. Asia Tenggara, Timur Tengah,, Afrika sub-sahara dan Mediterania. So, Indonesia itu di Asia tenggara, makaaa Indonesia termasuk dalam ngara yang jumlah pendeita thalassemia cukup besar. Thalassemia di seluruh dunia sekitar 7-8%, jadi, di Indonesia terdapaat sekitar 20 juta penduduk yang membawa kelainan ini. Tahun 2016 saja ada 9.121 penderita thalassemia mayor. 

Hmmm, bisa jadi orang terdekat kita termasuk pembawa, atau justru ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya.