Langsung ke konten utama

Thalassemia Bukan Kelainan yang Bisa Disepelekan

Periksa darah anda sebelum menikah. Hmmm. Ada apa dengan darah kita?

Sel darah merah (dok. Ilmupengetahuan.org)

Iya, sih, kalau bahas penyakit, darah biasanya yang dicek. Ada yang dianggap sepele, seperti anemia. Sejauh ini pahamnya bahwa si penderita kekurangan darah, tepatnya sel darah merah. Padahal ini enggak bisa dianggap sepele. Pernah dengar atau tahu thalassemia?


Thalassemia ini kelainan yang terjadi pada darah, yang membaut produksi hemoglobin jauh lebih  sedikit, sehingga produksi sel darah merah pun sedikit. Thalassemia sendiri terbagi menjadi tiga, Thalassemia mayor, Thalassemia intermedia, dan Thalassemia minor. Thalassemia ini penyakit yang diturunkan dari orang tua. Kelompok thalassemia tergantung dari bagaimana pola keturunan.

1. Jika dua orang menikah, dan kkeduanya memiiki thalassemia minor, maka akan meiliki anak dengan peluang 50% juga memiliki thalassemia minor, 25% memiliki thalassemia mayor, dan 25% terlahir normal. 

2. Jika salah satu pasangan memiliki thalassemia minor, maka akan memiliki keturunann yang 50% normal dan 50% memiliki thalassemia minor.

3. Jika orang normal menikah dengan pemilik thalassemia mayor, maka peluang memiliki keturunan 100% dengan thalassemia minor.

Thalassemia mayor umumnya diketahui sejak bayi dengan gejala lemah, lesu, pucat sering sakit, teradang perut juga buncit, pubertas terlambat dan mengalami gangguan pertumbuhan. Pasiennya harus melakukan transfusi darah secara rutin 2-4 minggu sekali seumur hiidup. Penderita thalassemia mayor enggak boleh konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, disarankan banyak konsumsi yang mengandung kalsium juga perbanyak minum teh. 

Thalassemia intermedia baru terdeteksi pada anak ketika sudah lebih besar, butuh transfusi darah juga tapi tidak secara rutin, walau gejalanya mirip dengan thalassemia mayor. Pada beberapa kasus memerlukan pengobatan rutin untuk mencegah kompliasi lebih lanjut.

Bagi penderita thalassemia minor, atau pembawa sifat, tidak ada gejala yang timbul, mereka cenderung terlihat normal, namun akan terlihat saat dilakukan pemeriksaan darah yang memliki kadar Hb sedikit atau di bawah normal.

Kalau misalnya kita tahu kalau menderita thalassemia minor, hal paling penting adalah cek seluruh anggota keluarga, untuk memastikan siapa saja yang memiliki thalassemia. Untuk penderita thalassemia minor, enggak perlu minum obat yang mengandungn zat besi kecuali menderita anemia.

Thalassemia tidak dapat disembuhkan tapi bisa dicegah dengan tidak adanya perkawinan antar dua orang yang menderita thalassemia, tapi  kalau mengatasnamakan cinta, ya, tanggung sendiri risikonya. Thalassemia mayor selain rutin melakukan transfusi darah, juga harus konsumsi obat untuk membantu mengeluarkan zat besi berlebih akibat dari rutinnya transfusi darah.

Gambaran darah normal dan thalassemia (dok. newspatrolling.com)

Penderita Thalassemia membutuhkan baya berobat setiap tahunnya sebesar 300 sampai 400 juta. Semakin bertambahnya usia, biaya akan semakin besar karena komplikasi yang dialaminya. Dengan mengetahui lebih dini melalui skrining pada usia remaja atau calon pengantin, dapat menurunkan kejadian thalassemia di masa depan. Skrining bisa dilakukan di Posbindu Penykit Tidak Menular, Puskesmas, dan Rumah Sakit.

Indonesia, ada thalassemia enggak?
Gini, thalassemia itu ditemukan di seluruh dunia, terutama negara yang ada dalam Thalassemia Belt. Asia Tenggara, Timur Tengah,, Afrika sub-sahara dan Mediterania. So, Indonesia itu di Asia tenggara, makaaa Indonesia termasuk dalam ngara yang jumlah pendeita thalassemia cukup besar. Thalassemia di seluruh dunia sekitar 7-8%, jadi, di Indonesia terdapaat sekitar 20 juta penduduk yang membawa kelainan ini. Tahun 2016 saja ada 9.121 penderita thalassemia mayor. 

Hmmm, bisa jadi orang terdekat kita termasuk pembawa, atau justru ....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Liburan yang Menakjubkan dan Nyaman

Enggak terasa kayaknya tahun baru 2017 baru kemarin, eh, sekarang sudah menjelang liburan akhir tahun, ya. Temans mau ke mana saja, nih? Sudah rencana liburan ke suatu tempat? Atau mau di rumah saja dan mengunjungi lokasi terdekat? Tapi pasti sudah banyak yang persiapan ke luar kota atau ke luar negeri. Kalau aku, sih, masih pilih liburan di dalam negeri saja, punya passport sudah dua tahun dan masih bersih. Hmmm. Bebas, ya, mau liburan di mana saja dan ke mana saja asalkan sama kamu, iya kamu. Uwuwuw.

Persiapan Dana Pensiun Untuk Pekerja Lepas

Beberapa waktu lalu berkunjung ke rumah Pakdhe (sebutan untuk kakak laki-laki dari orang tua dalam bahasa Jawa), sedikit banyak bercerita, bertukar kabar, pandemi membuat segalanya terbatas, sapaan dalam jaringan tidak bisa menggantikan. Obrolan mengalir lancar, sedikit ejekan pun tak terlewat, Pakdhe yang satu ini sudah lanjut usia, namun jiwanya tetap muda, bisa mengikuti ritme kerabat yang seusiaku, nyaman untuk berbincang dengan beliau, mungkin salah satu faktornya adalah kehidupan masa tuanya yang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Beliau aman secara finansial, dan lingkungan keluarga yang cukup harmonis.

Pendidikan Non Formal Sebagai Pendukung Pendidikan Formal

Foto sweetlouise dari pixabay Tahun 2022, bulan Februari, yang sekarang kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pasti lagi mumet cari-cari sekolah dan universitas, banyak banget pertimbangan, mulai dari minat sampai kesanggupan orang tua. Meski sekarang sistem zonasi berlaku, tetap saja ada banyak hal yang dipertimbangkan jika terkait pemilihan sekolah. Untuk yang universitas, sudah pasti mencari yang punya jurusan impian, akreditasinya bagus, lokasinya oke, biayanya terjangkau, dan lain-lainnya.