Langsung ke konten utama

Dompet Dhuafa Tebar Hewan Kurban 2018

difotoin: Imawan

Tanggal 22 Agustus tahun ini kita bakalan ketemu hari raya kurban atau Idul Adha. Tahun ini aku enggak kurban, semoga tahun depan bisa kurban lagi. Aamiin. Eh, tapi tanggal 7 Agustus kemarin aku ke Subang sama teman-teman blogger, lihat peternakan hewan kurban yang dikelola oleh dompet dhuafa.


Sebelumnya aku sudah pernah ke sana, dalam rangka panen buah naga dan nanas. Sekarang giliran lihat peternakannya. Enggak terlalu luas, cukup 3 kandang domba  yang panjang mulai dari pembibitan, sampai gudang makanan dan tempat pengolahan bahan pangannya.

Peternakan di sini dikelola oleh dompet dhuafa bersama para penerima manfaat. Sistemnya ada peternak binaan yang semua modal awal diberikan oleh Dompet Dhuafa dengan pembagian 70:30, dan ada peternak rakyat yaitu para peternak yang sebelumnya sudah memelihara hewan ternak kemudian bermitra dengan Dompet Dhuafa. Kenapa mereka mau bermitra atau pun dibina? Karena Dompet Dhuafa jelas programnya, penjualan hewan pun sudah pasti, lebih terjamin dibanding tidak bermitra. 

Lahan seluas 10 hektar itu namanya kebun Indonesia Berdaya, berlokasi di desa Cirangkong, Cijambe, Subang. Isinya didominasi buah naga sama nanas. Sebagian lagi lahannya sebagai peternakan domba yang aku datangi ini. Perjalanan ke sana cukup memakan waktu, lima sampai enam jam dari Jakarta, tapi siapa sangka wilayah perkebunan itu cukup membuat tenang. Hahaha.

Terus, ya, di perkebunan ini saling memberi manfaat, kayak gini misalnya, kotoran domba digunakan sebagai pupuk, dan limbah nanas juga rerumputan di kebun untuk makan domba. Perlu diketahui bahqa domba di sini hanya diberikan 20% rumput, 80%-nya adalah jerami, limbah nanas, juga dedaunan. Kenapa makanannya kayak gitu? Soalnya biar si domba lebih sehat, juga untuk antisipasi jika suatu saat sulit mencari rumput. Jerami dan limbah nanas enggak cuma dihancurkan, tapi juga ditambahkan dengan bahan-bahan yang menjadi asupan vitamin buat si domba-domba.

difotoin: Imawan

Dompet Dhuafa memberikan pelayanan terbaik bagu yang inin berkurban melalui Dompet Dhuafa dengan memastikan kelayakan hewan kurbannya. Hewan kurban sebelum ditebarkan ke pelosok, dilakukan Quality Control dahulu, seperti berat standar hewan kurban, tidak cacat, tidak sakit, juga diutamakan yang jantan.

Untuk bisa dijadikan hewan kurban, usia domba minimal satu tahun, dan kalau sapi usia dua tahun. Domba-domba yang dikelola Dompet Dhuafa ini ada 4 jenis yaitu,  domba garut, domba ekor gemuk, domba ekor tipis, dan domba priangan. Tapi domba garut bukan untuk dijadikan hewan kurban, karena hanya untuk pembibitan.

Pola peternakan hewan kurban ini ada dua, pertama kandnag sentra, kedua kandang rakyat. Kalau kandang sentra itu, ya, yang aku datangi ini. Pusat dari peternakannya itu yang di wilayah perkebunan, nah, kalau kandang rakyat itu kandang yang di rumah, biasanya di belakang rumah gitu, seperti ternak di desa pada umumnya.

Keliling kandang dan dipandu Mas Agung Karisma salah satu pengurus lahan Indonesia Berdaya di Subang. Dijelaskan semuanya, termasuk kapasitas kandang. Kandang pembibitan punya kapasitas 120 ekor domba, tapi di sini ada 80 ekor. Ada yang menarik, setiap domba ada tanda lingkaran hijau atau merah. Jadi, kalau lingkaran merah artinya domba premium, kalau lingkaran biru itu layak kurban. Ah, aku, sih, yakin banget domba-domba itu sehat, karena dirawat dengan baik dan proses QC oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Tebar Hewan Kurban ini di Subang, Zona Madina Parung Bogor, juga beberapa negara yang layak menerima hewan kurban, seperti Palestina.

dok. Pribadi

BTW, penasaran enggak, sih, kenapa jauh banget di Subang? 
Jadi, tuh, ya, awalnya lahan itu memang perkebunan tapi terbengkalai, yaaa semacam bangkrut kurang terurus gitu. Pemberdayaan ekonomi ini berdasarkan atas fakta bahwa banyaknya lahan yang terbengkalai dan atau dikuasai asing. Kemudian para pengusaha dan ahli ekonomi muda Indonesia bergerak dan bersatu untuk mengelolanya melalui Dompet Dhuafa. Ooowww, mulia banget, ya, merekaaa. Enggak hanya dibeli, tapi juga memberdayakan masyarakat sekitar, sedikit banyak cukup membantu dari segi perekonomian.

Itu sedikit banyak yang bisa aku sampaikan tentang Tebar Hewan Kurban bersama Dompet Dhuafa. Misalnya teman-teman mau berkurban tahun ini, terus karena kesibukan jadi enggak sempat ke pasar hewan, atau enggak paham cari hewan kurban itu bagaimana. Bisa, nih, ke Dompet Dhuafa, dan hewan kurban kita sudah pasti disalurkan ke sasaran yang tepat.

dok. Imawan

Video Kunjungan ke Peternakan Hewan Kurban:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Liburan yang Menakjubkan dan Nyaman

Enggak terasa kayaknya tahun baru 2017 baru kemarin, eh, sekarang sudah menjelang liburan akhir tahun, ya. Temans mau ke mana saja, nih? Sudah rencana liburan ke suatu tempat? Atau mau di rumah saja dan mengunjungi lokasi terdekat? Tapi pasti sudah banyak yang persiapan ke luar kota atau ke luar negeri. Kalau aku, sih, masih pilih liburan di dalam negeri saja, punya passport sudah dua tahun dan masih bersih. Hmmm. Bebas, ya, mau liburan di mana saja dan ke mana saja asalkan sama kamu, iya kamu. Uwuwuw.

Persiapan Dana Pensiun Untuk Pekerja Lepas

Beberapa waktu lalu berkunjung ke rumah Pakdhe (sebutan untuk kakak laki-laki dari orang tua dalam bahasa Jawa), sedikit banyak bercerita, bertukar kabar, pandemi membuat segalanya terbatas, sapaan dalam jaringan tidak bisa menggantikan. Obrolan mengalir lancar, sedikit ejekan pun tak terlewat, Pakdhe yang satu ini sudah lanjut usia, namun jiwanya tetap muda, bisa mengikuti ritme kerabat yang seusiaku, nyaman untuk berbincang dengan beliau, mungkin salah satu faktornya adalah kehidupan masa tuanya yang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Beliau aman secara finansial, dan lingkungan keluarga yang cukup harmonis.

Pendidikan Non Formal Sebagai Pendukung Pendidikan Formal

Foto sweetlouise dari pixabay Tahun 2022, bulan Februari, yang sekarang kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pasti lagi mumet cari-cari sekolah dan universitas, banyak banget pertimbangan, mulai dari minat sampai kesanggupan orang tua. Meski sekarang sistem zonasi berlaku, tetap saja ada banyak hal yang dipertimbangkan jika terkait pemilihan sekolah. Untuk yang universitas, sudah pasti mencari yang punya jurusan impian, akreditasinya bagus, lokasinya oke, biayanya terjangkau, dan lain-lainnya.