Langsung ke konten utama

Uang THR Lebaran Untuk Apa?

dok. Canva apps

Seminggu menjelang lebaran, ya, Temans. Hmmm, sudah persiapan apa, nih? Baju baru, recehan buat adik, ponakan, sepupu kecil, dan sebagainya, atau bahkan oleh-oleh buat dibawa mudik? Soalnya sudah banyak yang mudik juga, nih, tahun ini aku enggak mudik, di Jakarta saja, kasian Jakarta kesepian. Hehehe.

Lebaran identik sama apa, sih? Ke rumah saudara yang dituakan, ketupat, rendang, opor, kendaraan baru, cat rumah, oh, gawai, ya, gawai baru. Kalau aku pribadi, lebaran itu identik dengan daya beli, soalnya pusat perbelanjaan mana-mana seperti enggak pernah sepi, kelihatan saja dari tingkat kemacetannya. Hahaha.

Daya beli masyarakat kalau lebaran, nih, meningkat banget, ibaratnya segala keinginan bisa didapat, kecuali hati si dia. Eeehhh. Ya, mungkin itu karena ada pendapatan tambahan, ya, bagi para pekerja perusahaan atau instansi, yang disebut THR itu, tuuuhhh. Perhitungan THR setiap perusahaan berbeda, sesuai dengan kemampuan masing-masing perusahaan. 

Tunjangan Hari Raya itu harusnya dihabiskan untuk yang benar-benar penting, kalau aku THR dipakai untuk beli barang atau bayar kebutuhan yang penting. Sekarang, sih, sebenarnya aku butuh gawai baru, laptop dan ponsel lebih tepatnya. Aku sudah punya, tapi ini harus ganti, eh, bukan harus, tapi sebaiknya aku ganti atau beli lagi. 

Kemarin ini aku baca-baca story instagram seseorang yang dia bahas ponsel merek Xiaomi Redmi Note, kok, ya bagus gitu, ya, dan beberapa tanggapan perihal xiaomi redmi note itu sebagian besar positif, ya, walau di berbagai series, intinya terekomendasi lah, ya, itu merek. 

Aku coba cek harga di online shop, biasa, buat perbandingan dan tahu patokan harga. Harga Xiaomi Redmi Note 4 itu terjangkau banget, lagi ada potongan sebenarnya. Bahkan bukan sekadar terjangkau, tapi murah kalau lihat spesifikasinya yang lebih baik dari ponselku saat ini, harganya beda tipis, tipis banget. Hahaha.

Spesifikasinya cocok buat yang kesibukannya membutuhkan ponsel banget, buat chatting, browsing, maupun foto-foto. Layarnya itu 5.5 inchi, cukup enak buat beraktifitas online. Kameranya ada dua seperti ponsel pada umumnya, kamera depan 5MP, kamera belakang 13MP. Kapasitas baterainya 4100 mAh, procesor-nya Octa Core. 

Memang bukan keluaran terbaru, sih, tepatnya setahun lalu, tapi bukan masalah kapan dia keluar tapi bagaimana fungsinya, iya, kaaannn. Dan, ini jadi salah satu gadget idaman aku, kapasitas baterai besar, resolusi kameranya cukup oke buat kegiatan aku sehari-hari yang enggak lepas dari ponsel.

Balik lagi, deh, momen lebaran kayaknya memang dinanti banyak orang, menjadi saat untuk melakukan banyak hal, ya, salah satunya itu tadi, perihal gawai. Enggak dipungkiri, sih, memang, hampir di setiap counter ponsel ramai orang yang ingin beli baru, tukar-tambah, atau sekadar bertanya. Untuk merek Xiaomi sendiri yang aku lihat, sih, peminatnya juga luar biasa, enggak kalah pamor dengan yang harganya lima kali lipat.

dok. gsmarena.com

Eh, satu lagi, Xiaomi Redmi Note 4 sudah 4G, jadinya aman di mana pun, bisa masuk semua jaringan. Aku pokoknya mau ganti ponseeelll pakai uang THR, dan masalahnya aku lagi kangen uang THR, nih, kapan, ya bisa dapat lagi, sekarang dapatnya uang ketupat, eh, dapat enggak, ya? Hihihi.

Aku mau kasih masukan saja buat teman-teman yang sudah terima THR dan mau ganti gawai baru, bisa coba cari Xiaomi series, sesuaikan sama biaya yang ada, enggak perlu memaksakan, karena mungkin ada yang lebih penting lagi. Kalau ada uang lebih atau memang lagi butuh banget bolehlah beli yang diimpikan. THR itu, kan, untuk menutup tambahan kebutuhan di hari raya lebaran, jangan sampai setelah lebaran kita malah punya utang untuk hal yang enggak seharusnya. Misal butuh ponsel, ya belilah ponsel, bukan beli yang enggak penting.


Oke, sip!
THR kalian jadinya buat apa? Kalau aku tetap untuk gawai. Hehehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Dana Pensiun Untuk Pekerja Lepas

Beberapa waktu lalu berkunjung ke rumah Pakdhe (sebutan untuk kakak laki-laki dari orang tua dalam bahasa Jawa), sedikit banyak bercerita, bertukar kabar, pandemi membuat segalanya terbatas, sapaan dalam jaringan tidak bisa menggantikan. Obrolan mengalir lancar, sedikit ejekan pun tak terlewat, Pakdhe yang satu ini sudah lanjut usia, namun jiwanya tetap muda, bisa mengikuti ritme kerabat yang seusiaku, nyaman untuk berbincang dengan beliau, mungkin salah satu faktornya adalah kehidupan masa tuanya yang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Beliau aman secara finansial, dan lingkungan keluarga yang cukup harmonis.

Pendidikan Non Formal Sebagai Pendukung Pendidikan Formal

Foto sweetlouise dari pixabay Tahun 2022, bulan Februari, yang sekarang kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pasti lagi mumet cari-cari sekolah dan universitas, banyak banget pertimbangan, mulai dari minat sampai kesanggupan orang tua. Meski sekarang sistem zonasi berlaku, tetap saja ada banyak hal yang dipertimbangkan jika terkait pemilihan sekolah. Untuk yang universitas, sudah pasti mencari yang punya jurusan impian, akreditasinya bagus, lokasinya oke, biayanya terjangkau, dan lain-lainnya.

Begini Liburan yang Menakjubkan dan Nyaman

Enggak terasa kayaknya tahun baru 2017 baru kemarin, eh, sekarang sudah menjelang liburan akhir tahun, ya. Temans mau ke mana saja, nih? Sudah rencana liburan ke suatu tempat? Atau mau di rumah saja dan mengunjungi lokasi terdekat? Tapi pasti sudah banyak yang persiapan ke luar kota atau ke luar negeri. Kalau aku, sih, masih pilih liburan di dalam negeri saja, punya passport sudah dua tahun dan masih bersih. Hmmm. Bebas, ya, mau liburan di mana saja dan ke mana saja asalkan sama kamu, iya kamu. Uwuwuw.