Jumat, 29 Juni 2018

Layanan Rujukan Terbaru BPJS Kesehatan

Kemarin ini ada seorang teman bilang, kalau dia lagi bawa anaknya ke dokter terus mau check lanjutan dan pakai bpjs, sebelumnya ke situ tapi harus balik lagi, aku lupa detailnya. Nah, beberapa jam setelah ngabarin mau check itu dia agak emosi di grup, gara-gara layanan di RS itu lama dan akhirnya setelah nunggu ternyata dokternya enggak ada.

Dan, surat rujukannya dari FKTP diminta sama dokternya lalu diganti dengan surat yang ada stempel BPJS, sedangkan FKRTL  ini minta fotocopy surat rujukan dari FKTP, enggak sempat fotocopy karena sudah diminta si dokter, agak tibet, ya, tapi begitu yang disampaikan ke aku. 

Pas di FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan) resepsionisnya konfirmasi sampai satu jam dan ternyata dokternya enggak praktik hari itu, alhasil temanku pulang, deh, dengan kecewa karena harus bolak-balik urus surat rujukan lagi dari dokter di FKTP. Jadi ini tuh masalahnya rujukan, andai banget semua sistem berjalan baik, didukung sama seluruh masyarakat dan infrastruktur setiap faskes juga mendukung, perihal rujuk merujuk ini enggak bikin kesal.

Ini berkaitan banget sama sebelumnya aku halal bihalal dengan BPJS Kesehatan, bahas rujukan zaman now. Kita ngomongin pencapaian ke depannya yang akan dilakukan oleh BPJS Kesehatan. Apa itu? Ya, terkait masalah rujukan fasilitas kesehatan.


Teknologi yang terus berkembang ini baiknya dioptimalkan penggunaannya, karena teknologi ada untuk mempermudah segalanya, kan. Nah, termasuk dalam perihal kesehatan, sekarang banyak aplikasi kesehatan bahkan sampai menyediakan layanan konsultasi langsung ke dokter. Enggak perlu antri lama di faskes, tinggal manfaatkan jaringan internet di smartphone.

Seperti yang disampaikan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Ibu Maya Amiarny Rusady bahwa, "Faskes harus mengimbangi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat dengan manfaatkan teknologi rujukan online. Menjadi wajib bagi semua FKTP yang sudah terhubung jaringan komunikasi internet sejak 21 Juni kemarin."

Aku sempat kepikiran, kok lama, ya, kenapa enggak dari awal, kan, BPJS baru empat tahun, ya, bisa dibilang di masa-masa dunia digital sudah naik banget, kan. Ternyata bukan BPJS baru kepikiran, tapi balik lagi ke lapangannya. Persiapannya sudah lama, cuma kan harus diimbangin sama fasilitas dan insfrastruktur masing-masing fasilitas kesehatan. 

Kalau lihat seperti itu, ya, jelas akan lama untuk pemerataan sistem ini, apalagi harus ke seluruh Indonesia. Kalau nantinya sistem sudah berjalan dengan baik, rujukan akan mudah dan lebih jelas, detail lokasi, dokter spesialis, sampai jadwalnya, jadi enggak perlu lagi antri lama di FKRTL.

Kalau rujukan manual pakai kertas dan enggak tahu jadwalnya kapan, dengan rujukan online nantinya hanya cukup datang ke FKRTL tujuan sesuai jadwalnya dari FKTP, dan FKRTL akan tahu bahwa pada hari apa dan jam berapa akan ada pasien rujukan dengan diagnosa apa dan akan bertemu dokter siapa.

Jadi, misalnya kartu fisik JKN-KIS hilang atau lupa bawa, dan surat rujukan ketinggalan, bisa tetap ke FKRTL karena rujukan sudah terekam dalam sistem online, cukup tunjukkan kartu digital JKN-KIS dn semua beres. Lebih baik lagi karena jika database antar faskes sudah tercatat, pelayanan akan lebih cepat dan rujukan akan tepat ke faskes yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

(ki-ka): Bpk. Nopi Hidayat, Bag. IT BPJS Kesehatan, Ibu Maya Amiarny Rusadi, dan Ibu Dwi Martiningsih. (Dokpri)

Sebanyak 20.975 FKTP dan 2.367 FKRTL yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sampai bulan Mei tahun ini, andai keseluruhan sudah terhubung jaringan komunikasi internet, pasti akan jauh lebih mudah. Walau sekarang sudah 18.737 FKTP yang terhubung dan bisa melakukan rujukan online, tetap saja masih belum maksimal, apalagi baru bisa melihat FKRTL mana yang bisa menjadi rujukan, pastinya masih banyak pula kekurangannya.

Seiring berjalannya waktu, jumlahnya akan terus bertambah, kita enggak mau sakit tapi berharap semua pelayanan kesehatan terus berproses menjadi lebih baik. Rujukan manual masih berjalan terus walau online sudah diterapkan, karena kita enggak selalu bisa mengandalkan jaringan internet, terutama yang di daerah susah sinyal dan para pasien yang tidak paham menggunakan internet.

Rujuk merujuk ini bukan hal sepele, jangan asal minta rujukan dari FKTP, kalau bisa ditangani dan sembuh di FKTP kan lebih baik. Jangan ke FKTP cuma mau minta rujukan, padahal dokter di FKTP belum periksa dan enggak tahu diagnosanya. Sayangnya hal seperti ini enggak sedikit, srmacam ketidakpercayaan dengan dokter di FKTP, kan, sedih, ya.

Terus dengan adanya kemudahan rujukan online, diharapkan bisa memutus kebiasaan antri pakai sandal, selain enggak lama nunggu antrian, juga pasien yang sakit enggak kesel, lagi lemas harus menunggu pelayanan yang cukup lama. Penyakit itu ada 3 kriteria, tidak emergency dan tidak gawat darurat, emergency dan tidak gawat darurat, dan emergency juga gawat darurat. Pastikan diagnosa dan bedakan sakitnya termasuk yang mana supaya tepat penanganannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya.