Selasa, 19 Desember 2017

Go Digital untuk Pesona Indonesia

Menjelang akhir tahun yang dipikirkan sebagian besar orang adalah menghabiskan jatah liburan bareng keluarga dan teman-teman. Bahkan, sudah ada yang persiapannya sejak beberapa bulan sebelumnya untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Hari gini, kan, kalau mau ngapa-ngapain pasti cek di internet segalanya yang dibutuhkan, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Liburan itu enggak usah jauh-jauh, bisa ke provinsi sebelah, atau bahkan menjelajah tempat wisata baru di sekitar tempat tinggal.


Tanggal 13 Desember 2017 dalam rangka HUT ke-6 IndoTelko.com di Balai Kartini, Kementerian Pariwisata dan IndoTelko Group mendukung #DigitalizingWonderfulIndonesia, yup, pariwisata yang go digital. Acara ini dihadiri orang-orang penting, Doni Ismanto Darwin Founder IndoTelko Forum dan Pemimpin Redaksi IndoTelko.com, Arief Yahya Menteri Pariwisata, Alex J. Sinaga Direktur Utama PT. Telkom, Indra Utoyo Direktur Digital Banking & TI Bank BRI, Muhammad Awaluddin Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Gaery Undarsa Founder dan Chief Operating Officer Tiket.com, dan Suhono Harso Supangkat Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC).

Pariwisata ditetapkan sebagai leading sector oleh Presiden Jokowi, dan mewajibkan seluruh kementerian untuk mendukung ketetapan tersebut. Pak Arief meyakini teori Tsun Zhu, “Kenali dirimu, kenali musuhmu, maka kamu akan memenangkan peperangan”, dibuktikan dengan bertumbuhnya Indonesia selama periode Januari – Oktober 2017 sebesar 24%. Sepanjang tahun 2016, Indonesia mendapatkan total 46 penghargaan dalam berbagai event yang diselenggarakan di 22 kota di dunia. UNWTO atau organisasi pariwisata dunia memberikan penghargaan untuk video Wonderful Indonesia sebagai video terbaik. Hmmm. Aku pribadi juga suka banget sama video Wonderful Indonesia, musik dan lagunya juga enak buat dinyanyiin, enggak norak. Hihihi.

Pemerintah mendukung berbagai pihak untuk menggenjot destinasi wisata di Indonesia. Tahun 2017 ini Indonesia masuk ke dalam 20 negara dengan pertumbuhan destinasi pariwisata tercepat di dunia. Indonesia mengalami pertumbuhan 24% dari sebelumnya, dalam lingkup ASEAN bertumbuh sebanyak 7%, dan bertumbuh 6,4% di dunia. Uwooowww,  keren ngetzzz. Tercatat dalam World Economic Forum, Brand Strategy Indonesia ada di peringkat 47 mengalahkan Thailand di peringkat 68 dan Malaysia di peringkat 85.

Pak Arief bilang, “Saya bisa bayangkan bahwa Indonesia bisa kalahkan Thailand dalam pariwisata. Thailand itu negara paling pariwisata di ASEAN.” Nah, kalau kita di Indonesia punya Bali, ASEAN punya Thailand. Yup, Thailand adalah Bali-nya ASEAN, Gaes.

Trend industri saat ini adalah sharing economy, mengolaborasikan aset yang dimiliki beberapa pihak. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pariwisata Indonesia. Seperti gojek kolaborasi antara pemilik modal dan pemilik kendaraan bermotor, tiket.com juga melakukan hal seperti itu, sharing economy. Saat ini produk pariwisata akan cepat viral kalau dibuat instagramable, kayak tempat nongkrong yang dibuat unik pasti langsung mendatangkan banyak pengunjung.

Nah, untuk menuju lokasi-lokasi wisata yang unik-unik itu pasti mengandalkan layanan-layanan digital mulai dari pemesanan tiket transportasi, penginapan, dan kebutuhan lainnya. Untuk itu PHRI – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia melawan AirBnB dengan meluncurkan bookingina.com. Kementerian Pariwisata harus go digital, enggak bisa enggak go digital, karena 70% orang mencari informasi pariwisata via digital. Dengan digital pula peluang kerja jadi semakin banyak, semuanya dimudahkan dengan digital.

Bicara pariwisata digital pasti berhubungan dengan broadband, nah, di sinilah peran PT Telekomunikasi Indonesia dalam mendukung kemajuan pariwisata di Indonesia. Bapak Alex J. Sinaga mengatakan, “Tanpa broadband, jangan bicara digital”. Telkom mendukung banget kemajuan pariwisata Indonesia dengan jaringan yang kuat di setiap sudut Indonesia. Yes, aku percaya banget dan salah satu provider yang aku pake itu Telkomsel, belum ada yang bisa nandingin jaringannya memang.

Kalau jalan-jalan biasanya kita enggak pernah bawa uang cash banyak, paling ATM atau kartu kredit biar lebih aman. Untuk itu, lembaga keuangan juga ada yang mendukung pariwisata Indonesia, yaitu Bank BRI. Percaya, deh, Bank BRI itu paling gampang ditemuin di mana pun kita berada, mesin ATM-nya juga tersebar sampai ke pelosok desa. Selain membantu para wisatawan dengan memudahkan berbagai pembayaran menggunakan kartu kredit, virtual account, e-wallet, QR-code payment, atau e-money BRI, Bank BRI juga membantu banyak warga sekitar lokasi wisata, misalnya memberi modal kredit.

Kehadiran layanan akomodasi pariwisata di dunia digital sangat membantu, bahkan memang menjadi andalan 70% wisatawan untuk memutuskan mana yang sesuai dengan budget dan kebutuhannya. Tiket.com yang berdiri sejak 2011 mencoba memberikan layanan reservasi terbaiknya untuk kebutuhan akomodasi pariwisata. Terdata lebih dari 3500 hotel di Indonesia dan 180.000 lebih hotel internasional. Tiket.com menjadi agent tiket kereta api nomor 1, dan memiliki lebih dari 50 penerbangan domestik dan internasional. Karena digital, bahaviour orang jadi cepat berubah.

“Let’s build tourism Indonesia via digital,” ucap Gaery Undarsa.

Liburan itu semacam hak untuk jiwa raga kita sebagai manusia, setelah berkutat dengan pekerjaan sepanjang tahun, kini saatnya diisi liburan di akhir tahun. Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita merasa ikhlas dan tulus melakukan segala hal, untuk itu segarkan kembali jiwa raga dengan indahnya pesona Indonesia.

(Ki-ka): Suhono Harso Supangkat, Muhamad Awaluddin, Doni Ismanto Darwin, Arief Yahya, Alex J. Sinaga, Gaery Undarsa, dan Indra Utoyo


“... Indahnya negeriku, kucinta, aku terpana, Pesona Indonesia.” (Indonesian version)

“... this is wonderful place, I feel loved, I feel wonderful, oh Wonderful Indonesia.” (English version)

14 komentar:

  1. Mantep banget neh, go digital dengan memperkenalkan Indonesia ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh, biar dunia tahu kecenya Indonesia. Hahahha

      Hapus
  2. Keren bgt acaranya..di era digital sekarang ini semuanya hrs mendukung ya apalagi teknologi tiap saat terus berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, semua harus sinergi, biar dikenal dunia. Hihihi

      Hapus
  3. Setujuuu pariwisata Indonesia harus go digital. Secara digital itu emang ngebantu banget kog buat menunjang apapun termasuk pariwisata. Apalagi Indonesia sudah bisa mengalahkan Thailand sbg negara pariwisatanya Asean ya yeayyy. Gogogo semoga pariwisata Indonesia makin berjaya dan tidak hanya Bali atau Yogya saja yess

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, yg dikenal jogja sama bali doang, padahal masih banyaaakkkk banget.

      Hapus
  4. Saya mendukung full utk kemajuan pariwisata Indonesia. Memang sudah saatnya berinovasi seiring dengan arus perkembangan zaman

    BalasHapus
  5. Indonesia harus contoh thailand, digital memudahkan dan gak perlu bawa duit banyak, pastinya copet berkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang copetnya onlen ya, mpok. 😭😭😭

      Hapus
  6. Banyak orang Indonesia yg ke Thailand, bahkan pabrik pindah kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya?
      Jadi tenaga kerja pabrik kali ya, miss.

      Hapus
  7. Menteri pariwisata ini terlihat sekali kerja kerasnya, semoga dengan go digital pariwisata Indonesia semakin mendunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, pak arief nih kern banget emang, pemikirannya itu maju banget.

      Hapus

Hai, terima kasih sudah mampir, semoga anda membacanya dengan saksama dan berkenan meninggalkan komentar. Salam. :)