Minggu, 29 April 2018

Sehat Luar Dalam Bersama FIB dan dr. Care

Pagiii, siapa yang masih pusing sama skin care? Bingung mau pakai yang merek apa, lokal atau internasional, beli di mana, tapiii masih mikir cocok enggak yaaa??? Sudah beli mahal tapi enggak cocok, terus nyesek lahir batin luar dalam sampai lubuk hati paling dalam. Tapi, kalau beli yang murah nanti kalo mukaku rusak, gimana? Ugh, ingin rasanya wajah kembali seperti zaman sebelum masa pubertas, enggak perlu memikirkan skin care A B C D.

Namanya hidup, ya, waktu terus berjalan begitu pun usia kulit ikut berubah. Kulit wajah paling diperhatikan, ada garis halus, keriput, kulit kering, berminyak, komedo, pori-pori besar, berjerawat, dan masalah-masalah lainnya. Kalau masih remaja, sel kulit mati akan tergantikan sesuai jumlah yang mati. Semakin bertambahnya usia, jumlah sel mati yang tergantikan akan semakin sedikit. 

Sebagai anak muda yang ingin terus tampil kece, aku sudah memikirkan hal-hal seperti itu, secara aku bukan orang tajir, jadi waspada deh sama perawatan wajah. Kan, masih muda, ngapain pusing? Lah, ya, justru masih muda makanya rawat kulit wajah dan kesehatan pastinya. Karena enggak ada yang instan, yang tajir melintir pun perawatannya enggak sekali dua kali, tapi rutin, biar tetap kinclong. 

Kulit ini bermasalah bukan karena pertambahan usia, sih, ya, tapi banyak faktor, seperti disampaikan dr. Hendry di antaranya paparan sinar matahari yang biasa dikenal UV A dan UV B. UV A itu efeknya ke lapisan kulit kedua, jadi efeknya adalah penuaan. UV B efeknya ke lapisan kulit pertama yang efeknya itu kulit terbakar. Faktor lainnya ada stres dan polusi, kalau kita stres maka DNA akan dimainkan oleh si tingkat stres itu, lalu membuat wajah cepat mengalami perubahan seperti terlihat lebih tua dari usia aslinya. Dan, polusi yang luar biasa di Jakarta membuat kita butuh sesuatu yang bisa membersihkan kulit kita dengan baik.

Buat yang mukanya berminyak, kesal banget pasti karena wajahnya sering kali terlihat kucel. Sedangkan, yang memiliki wajah kering pusing pakai pelembab ini itu yang cocok, biar terlihat glow dan fresh. Semua tetap memiliki masalahnya masing-masing, ya. Kalau wajah berminyak itu enggak apa, sih, sebenarnya, kan itu alami, jadinya kalau sering cuci muka, ya, tetap enggak akan membuat produksi minyak di wajah itu hilang.

Yang kulit kering suka pakai sun screen atau sun block mungkin karena sun block itu lebih kental teksturnya. Sun screen lebih sering dipakai yang wajahnya berminyak kayak aku mungkin, ya, soalnya teksturnya lebih ringan, bisa dibilang gampang hilang lah ya.

Aku sendiri baru banget mencoba percaya diri pakai sun protector dr. Care, sebelumnya bedak doang, kena angin juga hilang bersama kenangan yang di belakang. Aku pakai sun protector dr. Care kalau bepergian saja dan masih kadang-kadang juga pakainya, kalau di rumah kan enggak terpapar sinar matahari, paling kalau jemur handuk atau ke mini market depan gang saja. Awalnya risih, enggak nyaman karena bedak jadi terasa tebal dan aneh gimanaaa gitu. Hahaha. Aku takut sendiri lihatnya karena belum terbiasa.

Sebelum sun protector, aku cuci muka dulu pakai Cleanser dr. Care, aromanya obat gitu, dan enggak wangi kayak produk sejenis yang beredar di iklan-iklan itu, dia mengandung lidah buaya jadinya lebih licin, busanya juga enggak berlebih tapi yang aku bingung muka kesat setelah pakai Cleanser dr. Care, sama seperti pakai sabun pembersih muka pada umumnya.

Setelah cuci muka, aku pakai Facial Toner dr. Care, pakainya dituang di kapas dan ditutul-tutul gitu di wajah sampai rata. Bentuknya cair banget, seperti air biasa tapi aroma obat gitu, agak-agak lidah buaya. Kalau aku tunggu sampai agak kering atau enggak terlihat basah banget, baru pakai sun protector sebelum pakai bedak dan kawan-kawan.

Seminggu dua kali aku pakai Peeling Gel dr. Care untuk membersihkan sel kulit mati. Peeling Gel itu tinggal diusap di wajah, nanti sel kulit mati akan terangkat sendiri bentuknya seperti bulir-bulir, itu bukan daki, tapi sel kulit mati. Hihihi. 

(dokpri)

Aku sudah pakai skin care dr. Care ini selama kurang lebih tiga minggu. Awal pemakaian aku khawatir bakalan jerawat nongol karena adaptasi sama produk baru, ternyata enggak, jerawat yang menampakkan wujudnya ke permukaan kulit wajahku itu bukan karena produk baru, tapi karena siklus bulanan biasa. Pakai facial cleanser terasa kencang gitu kulit wajah, agak kering sebenarnya, jadi setiap selesai cuci muka, aku langsung pakai facial toner.

Pemakaian awal facial toner itu agak perih, lama-lama biasa saja. Senang juga, sih, mukaku kenyal banget kayak agar-agar yang padat gitu, gimana ya, iya bayangkan saja lah, ya. Hahaha. Aku enggak tahu kenapa ini rangkaian produknya punya aroma yang nyebelin, aroma rumah sakit gitu, tapi peeling gel wangi. Peeling gel bisa diaplikasikan pada punggung tangan juga.

Kemasan skin care dr. Care ini masih menyebalkan, ya, menurut aku. Eh, enggak semua, cuma facial cleanser dan peeling gel. Kenapa menyebalkan? Karena kemasannya ini keras, bahannya plastik tapi susah bahkan enggak bisa ditekan dengan jari, alhasil aku harus buka tutup botol facial cleanser dengan memutarnya. Teksturnya itu cair tapi kental, sehingga susah kalau dituang tanpa membuka keseluruhan tutup botol.

Kemasan facial toner pun sama, berhubung toner, jadinya enggak masalah, tinggal dimiringkan saja cairan langsung keluar. Peeling gel lebih lentur, lebih mudah ditekan, tapi tetap saja sulit karena tekstur peeling gel lebih padat dari facial cleanser.

Facial Cleanser
Untuk kulit normal dan kering, kemasannya 50 ml. Cara menggunakannya, basahi wajah dengan air, tuang secukupnya facial cleanser di telapak tangan dan usapkan merata di seluruh wajah selama 1 menit, bilas dengan air dan keringkan. Gunakan dua kali sehari. BPOM NA 18151202236.

Facial Cleanser dr. Care (dokpri)

Facial Toner
Kemasannya 50 ml, cara pakainya tuang pada kapas terus aplikasikan ke wajah, bisa ditutul-tutul atau diusapkan, pakai setelah cuci muka dengan dr. Care facial cleanser. BPOM NA 18151202235.

Facial Toner dr. Care (dokpri)

Sun Protector
Kemasan 50 gr, cara pakainya usapkan di wajah secara merata sebelum melakukan aktifitas di luar ruangan. BPOM NA 18151700216.

Sun Protector dr. Care (dokpri)

Peeling Gel
Pada kemasannya enggak tercantum berapa berat bersihnya, cara pakainya hanya diusapkan lembut ke wajah atau bagian tuh yang sudah bersih. Peeling Gel ini mengandung fermentasi madu dan vitamin E.

Peeling Gel dr. Care (dokpri)

Menjaga kesehatan dari luar apakah cukup? Jawabannya sudah pasti enggak. Kesehatan itu semua bersumber dari dalam tubuh, lalu ujung tombaknya adalah asupan untuk tubuh kita. Menjaga kesehatan dari luar itu perlu, tapi jauh lebih baik ketika diimbangi dengan perawatan dari dalam.

Sehat itu bukan hanya terlihat baik di luar, karena sehat mencakup kesehatan raga, pikiran, dan jiwa. Orang yang gemuk belum tentu sakit, orang yang kurus belum tentu sehat. Kesehatan itu bukan dilihat dari bentuk tubuh, tapi dari sistem metabolisme dalam tubuh. Masalah buang air besar itu bukan sepele, karena efeknya luar biasa baik yang lancar ataupun tidak. Ketika BAB lancar artinya respon dalam tubuh terhadap apa yang kita makan itu bagus, sehingga pengeluarannya dalam bentuk feses itu lancar dan bagus.

Kalau feses enggak lancar, itu berarti respon dalam tubuh enggak bagus, disebut lancar jika setiap hari, tidak encer dan tidak keras, juga berwarna cokelat atau kuning. Feses yang mengendap di usus lalu sulit untuk keluar, fatalnya adalah usus rusak, menempel satu sama lain dan harus dipotong untuk mengeluarkan feses yang terhambat di usus. Kan, horor, ingat seorang kenalan, awal deteksi entah penyakit apa saja yang menjadi diagnosa dokter. Setelah pengobatan sekian lama ke sana ke mari, ternyata ususnya rusak, dan harus dipotong. Alhasil, semua ekskresi melalui perut dengan dipasang kantung khusus.

Makan boleh apa saja, yang penting adalah bagaimana organ pencernaan kita mengelolanya. Pada dasarnya, sumber kesehatan dan penyakit adalah pencernaan, sebaiknya lakukan pencegahan bukannya melakukan penanganan. Fungsi saluran pencernaan adalah menghancurkan, menyerap, dan membuang. So, tubuh kita butuh banyak serat, perempuan butuh 28 gr serat per harinya, sedangkan laki-laki 26 gr per hari. 

Serat itu bisa didapat dari buah dan sayur, tapi kalau kurang bisa dibantu dengan konsumsi minuman serat. Aku enggak pernah hitung berapa banyak serat yang aku konsumsi setiap hari, jadinya aku coba minum FIB. FIB itu fiber, minuman berserat rasa lemon sama mangga gitu, warnanya agak cokelat kayak jus apel yang sudah teroksidasi. 

FIB (dokpri)

Serat itu kan kerjanya di usus, jadi FIB ini tugasnya persis serat alami yang membersihkan usus. Aku minum FIB dua kali sehari sebelum makan pokoknya, jadi terasa kenyang duluan dan ambil makan jadi porsinya berkurang. Hari pertama masih biasa saja, enggak ada yang aneh, BAB masih rutin seperti biasa. Hari kedua dan seterusnya mulai agak berubah, kok, BAB kayak lebih banyak gitu dan maaf, ya, terasa tuntas gitu, lho. Semacam totalitas, ya itu lah pokoknya. Hahaha.

FIB punya konsep, konsepnya itu Detoksifikasi, Nutrisi, dan Metabolisme. Jadi si FIB ini mengikat racun dan sampah dalam tubuh semaksimal mungkin kemudian membuangnya. Karena mengandung mineral dan vitamin lengkap, jadi bisa mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian kita. 

Sebagai anak masa kini, aku sadar pakai banget kalau lebih banyak gaya hidup enggak sehatnya dibanding gaya hidup sehat. Kebayang dong, kerjanya di internet, sudah pasti aktifitas fisiknya minim banget, tapi makannya enggak berkurang, ngemilnya jalan terus, makanan enak-enak yang padahal sadar banget kalau itu risikonya juga bikin ketar-ketir.

Aku memang pemakan segala, kecuali yang aneh-aneh dan rasanya enggak bisa ditoleransi. Tapi, ternyata itu masih kurang, terbukti dari BAB aku setelah konsumsi minuman serat FIB. Manfaat lain FIB itu di antaranya menurunkan dan mengembalikan kadar gula darah, mengendalikan kadar lemak, mencegah dan mengatasi obesitas, juga dapat mencegah penyakit sistemik lain.

Sehat itu dimulai dari diri sendiri, sayangi tubuh untuk dapat kesehatan yang paripurna. Kita adalah apa yang kita makan, dan ingatlah bahwa setiap pagi ada yang menunggu senyum kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya.