Sabtu, 16 Desember 2017

SEO, SEM, dan Content Writter

Banyak, deh, yang nanya ke aku Blogger itu apa, ngapain, dapat uang dari mana, apa yang ditulis, dan sebagainya. Blogger itu, kan, sebenarnya content writter di website peribadi. Hihihi. Untuk beberapa orang aku kasih tahu sedikit banyak apa yang dikerjakan Blogger, sebagian yang lain hanya aku jawab seperlunya, soalnya keliatan orang yang excited dan, yaaa, apa, ya? Merasa aneh gitu dengan sebutan Blogger, karena enggak familiar.


Padahal, tahu enggak, sih, kalau di setiap lini kehidupan ada enak dan enggaknya? Mereka itu semacam peluk yang tak jadi. Mereka bersamaan tapi saling berpunggung. Eeeaaa.

Yang menjadi permasalahan Blogger biasanya itu gimana caranya terdeteksi oleh Google sebagai Blog yang bagus dan ada di halaman pertama dalam pencarian Google. Kalau udah begini, bakalan banyak yang baca tulisan kita, terus kalau bagus tulisannya, bisa jadi ada yang menggandeng kita buat jadi content writter di website perusahaannya atau lembaga-lembaga terkait tulisan kita.

Belajar dan mengajar itu enggak pernah habis, eh, belajar sampai ke liang lahat, ya, katanya. Selama masih bernapas, belajar enggak boleh berhenti karena ilmu pengetahuan selalu bertambah setiap saat. Contohnya saya belajar di kegiatan blogger gathering bareng ISB dan CNI tanggal 10 Desember 2017 di daerah Jakarta Selatan. Kali ini pembicaranya ada 2, Niko Riansyah dan Ani Berta, pembahasannya juga 2, Manfaat SEO & SEM yang dibawakan Mas Niko dan Content Writter oleh Teh Ani.


Belajar Tentang SEM dan SEO

SEM  itu apa, ya? Seringnya yang didengar cuma SEO, ya, kan?
Nah, SEM atau Search Engine Marketing adalah bentuk pemasaran di internet, dan SEO atau Search Engine Optimization ada di dalam SEM. SEM ini merupakan proses mendapatkan website traffic dengan membayar iklan pada search engine. SEM yang paling populer adalah Google AdWords, karena ini berbayar jadinya tulisan tersebut akan ada di tiga baris teratas dalam pencarian Google. Kalau kita lagi cari sesuatu di Google, nanti 3 baris teratas biasanya iklan, ada tandanya, berwarna kuning dengan tulisan Ad.

Untuk bisa ada di halaman pertama Google enggak perlu SEM juga, tulisan kita tetap bisa teratas di Google dengan SEO. Kalau kontennya bagus, banyak dicari orang, dan menggunakan keyword yang tepat, kemungkinan besar tulisan kita akan muncul di halaman pertama Google, lho. Selain isinya, penting pake banget membuat struktur website kita sesuai dengan maunya Google biar web kita terdeteksi bahwa punya kita itu bagus.

Kita juga harus optimalkan kecepatan website, soalnya kalau ada yang masuk ke web kita terus loading-nya lama, dia bakal bete terus keluar lagi dan enggak jadi menjelajah website kita. Kan, sedih. Kecepatan website kita harus di bawah 5 detik. Dan, halaman home blog itu jangan terlalu banyak. Tampilkan popular post saja, foto-foto itu penting tapi ukurannya juga penting, maksimal setiap foto yang dimasukkan dalam blog adalah 1Mb. Semakin kecil ukurannya, kecepatan website akan meningkat.

Konten website jangan lupa di-update terus, kalau enggak, nanti akan dianggap sebagai entitas mati. Nah, lho! Kalau Blogger biasanya pakai ODOP (One Day One Post) kalau aku jujur saja belum sanggup. Huhuhu. Yang penting dalam sebulan ada yang diposting, kalau aku, sih, masih terhitung jarang, ya, karena ada kesibukan lain, dan, nulis kan pakai mikir, bukan copy lalu paste. Tapi, keren, sih yang bisa ODOP, perlu diapresiasi karena itu susah banget menurutku. Kalau sudah ikutan ODOP, bagus banget setiap link-nya kita share di sosial media, bisa jadi ada yang butuh atau cari tahu tentang apa yang kita tulis.

Selain itu, ada hal penting lain yang bisa kita lakukan untuk bisa SEO, kita bisa bangun backlink, misalnya kerjasama dengan teman untuk mencantumkan link blog kita di tulisan dia dan sebaliknya. Atau kontribusi di portal yang pengunjungnya tinggi. Itu membantu banget untuk menaikkan jumlah pengunjung ke blog kita. Keyword jadi bagian penting lainnya dalam tulisan, masukan keyword yang banyak dicari, dan keyword harus tersebar di dalam tulisan.

Buat yang sudah pakai domain berbayar disarankan kalau mau perpanjang domain langsung 2-3 tahun atau lebih. Jadi, Google akan baca bahwa website tersebut menjadi milik seseorang dalam jangka waktu lama, yang artinya akan dianggap web tersebut memiliki kredibilitas. Ciweeehhh, keren ngetzzz!

Tulisan kita ada di halaman pertama Google itu bagus, tapi lebih bagus lagi kalau kontennya keren. Tetap saja, ya, yang dicari itu isinya, informasi di dalamnya yang menarik dan akurat. Untuk itu, kita lanjut ke materi berikutnya tentang content writter. Yup, enggak cuma bahas konten tapi peluangnya juga.


Content Writter dan Peluangnya

Kali ini part 2, part 1 bisa teman-teman baca di PeluangMenulis Content. Masih dan selalu tentang konten, penulis itu pasti bergelut dengan konten demi integritasnya. Blogger punya banyak konten yang bisa ditulis dijadikan artikel, sayangnya enggak sedikit yang masih males-malesan untuk meningkatkan kontennya, padahal dia bisa.

Buat yang berpenghasilan dari blog, disarankan untuk meningkatkan keahliannya jadi content writter. Hmmm, segitu menjanjikannya menjadi content writter, ya. Orang yang menjadi penulis itu banyak, tapi yang hidupnya dari menulis itu masih sangat sedikit. Nah, jadi content writter ini salah satu peluangnya. Mulai dari freelancer di media online, ghost writter, dan juga kontributor konten web sebuah perusahaan. Jadi content writter bisa di mana saja, tapi harus sesuai dengan portal yang diminati, jangan menulis hal yang enggak kita suka atau kita enggak paham. Buat yang jiwa sosial dan nasionalismenya tinggi, coba buka www.kkab.org di sana kita bisa kontribusi tulisan tentang Indonesia.

Kalau jadi content writter jangan menulis sesuai maunya kita, tapi lebih mirip tulisan jurnalis, dan sebelum mengajukan proposal penawaran sebagai content writter harus sudah siap memenuhi ketentuan menulis di web perusahaan tersebut. Banyak membaca artikel-artikel yang sudah ada di website perusahaan, biar tahu tulisan seperti apa yang diinginkan perusahaan. Dalam artikel yang kita tulis, jika dapat info tambahan dari sumber lain jangan lupa untuk selalu cantumkan sumbernya, misal dari buku, majalah, media elektronik, narasumber, dan lain sebagainya.

Temans, kalau baca artikel biasanya ada gambar yang disertakan, ya, entah itu ilustrasi atau foto. Nah, di sini sebenarnya content writter tidak hanya bisa menulis tapi juga bisa mengambil foto yang bagus. Memang ada foto ada yang bisa diambil dari Google atau situs-situs penyedia foto-foto gratis yang bisa kita gunakan sebagai pelengkap tulisan, tapi akan lebih baik lagi kalau foto yang digunakan adalah foto hasil jepretan sendiri. Enggak harus pakai kamera mahal, foto pakai smartphone juga bisa bagus, tergantung cara pengambilan fotonya.

Enggak salah, kok, kalau mau pakai foto dari situs yang aku sebutkan atau pinjam foto hasil jepretan teman, yang penting adalah pencantuman sumber. Untuk berburu bahan konten, sering-sering saja foto objek-objek menarik, karena suatu saat pasti kita butuhkan.

Teks, gambar, video, dan infografis jadi bahan-bahan untuk content writter. Keempatnya itu penting banget, untuk video paling enak kalau dimasukan dari channel YouTube, infografis sebenarnya kita bisa buat sendiri, tinggal asah kreatifitas saja dan lihat contoh-contoh infografis yang ada.

Kerja jadi content writter itu enaknya bisa kerja di mana saja, yang enggak suka bepergian atau kebisingan di luar bisa kerja di rumah, yang suka kerja sambil hang out bisa di kafe, atau buat yang suka pemandangan alam, hijau, sejuk bisa di taman. Di mana pun bisa yang penting inspirasi lancar. Kalau lagi nulis terus tiba-tiba stagnan, bingung mau nulis apa, itu bukan karena kita malas atau kurang bahan, tapi sebenarnya kita yang kurang perbendaharaan kata, kita yang kurang baca, jadinya bingung apalagi yang mau ditulis.

Jadi, sebagai penulis atau orang yang suka menulis itu sudah seharusnya kita juga rajin membaca. Sekelas Djenar Maesa Ayu saja ke mana-mana masih bawa buku bacaan, lho. Pada dasarnya enggak ada penulis yang enggak suka membaca. Kalau sering nulis, saran dari Teh Ani biar enggak kehabisan ide seringlah membaca dan ngobrol dengan orang lain. Aku setuju banget, baca buku apa saja, enggak harus buku fisik e-book di gawai juga bisa, yang penting niatnya untuk membaca. Terus ngobrol sama orang lain, kalau lagi di angkutan umum bisa ngobrol dengan orang di sebelah, sedang dalam antrian juga bisa, ngobrol sama satpam pas lagi nunggu abang ojek online juga boleh.

Lain lagi kalau ketemu titik jenuh, dalam segala rutinitas kita pasti akan ketemu dengan titik jenuh. Kalau lagi begini mendingan tinggalin dulu, jangan memaksakan menulis. Berhenti dulu sesaat, misalnya tidur, jalan-jalan ke taman, atau menonton film agar isi kepala jadi lebih fresh. Kalau aku, sih, biasanya tidur, ke toko buku, hang out aja di tempat makan, atau menyapa teman yang lama enggak ada kabar, mungkin bisa membangkitkan semangat menulis lagi setelah bertukar kabar.

Jadi, gimana? Mau jadi content writter?

dok. Ono Sembunglango

Sumber: www.searchengineland.com

4 komentar:

  1. Huaaaa Mamak pusiang dengan SEO. Tapi sebagai Mamak yg cantik membahana, cerdas ceria, hemat cermat dan bersahaja serta setia,Mamak pantang menyerah utk memperbaiki blog Mamak spy sekeren Mamak. Pastinya sih Kamu akan selalu bantuin Mamak. Iya kan? Iya kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ogah, karena mamak masih punya kekurangan. Tudak buang sampah pada tempatnya.

      Hapus
  2. Wid kapan2 belajar sambil seseruan lagi yukkk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maooooooo. Inget aku teeehhh, inget akuuuu.

      Hapus

Hai, terima kasih sudah mampir, semoga anda membacanya dengan saksama dan berkenan meninggalkan komentar. Salam. :)