Jumat, 08 Desember 2017

Kanker Serviks Bukan Akhir dari Kehidupan

Temans, aku ini termasuk orang yang cukup sering baca artikel-artikel kesehatan, dan suka banget diskusi yang temanya kesehatan. Kalau masuk website atau portal berita gitu aku pasti cek channel kesehatannya dulu. Enggak cuma di internet tapi di media cetak juga gitu, nonton di tivi juga suka yang acara kesehatan. Seolah jadi orang yang paling enggak tahu apa-apa kalau habis baca atau lihat info semacam itu, ternyata banyak hal yang kita enggak tahu, hal sepele yang ternyata efeknya besar banget buat kesehatan.

Buat aku pribadi, sih, enggak ribet minta ini-itu sama Allah SWT. aku cuma minta dikasih sehat, yup, sehat. Dalam satu tahun cuma sekali sakit batuk atau pilek aja aku udah bersyukur yang teramat sangat. Karena aku ngeri juga jadi makin banyak tahu berbagai penyakit dan penyebabnya. Kalau aku inget-inget kayaknya penyakitnya kaum Hawa lebih banyak, ya, dari kaum Adam. Misalnya, nih, bagian kandungan, Adam kan enggak punya kandungan, cuma Hawa yang punya, dari situ saja udah keliatan, kan. Hmmm.

Akhir-akhir ini aku sering banget dapat info tentang kanker serviks. Ini penyakit enggak bisa disepelein, maksudnya diobatin asal-asalan gitu, soalnya mesti pakai pengobatan medis dan dengan rangkaian yang panjang. Si kanker serviks ini, nih, penyebabnya dari berbagai hal, dan yang berpeluang besar terserang adalah perempuan yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Oh, ya, punya anak banyak itu peluang besar punya kanker serviks juga ternyata. Nikah di usia muda juga termasuk, bukan masalah menikahnya tapi hubungan seksualnya karena dilakukan di usia muda. Kaum Adam juga berperan untuk ini, gimana coba? Nah, kaum Adam ini harus sunat. Sunat itu bukan perihal keagamaan tapi buat kesehatan, karena dari situ kaum adam membantu pencegahan kanker serviks.

Penyebabnya masih ada berbagai hal, selain hubungan seksual penggunaan pantyliner juga harus sesuai waktunya, enggak boleh dipakai setiap hari, kalau sudah menikah pakai pantyliner cukup setelah melakukan hubungan seksual. Misalnya habis berhubungan intim di malam hari, nah, pantyliner bisa dipakai saat pagi harinya. Untuk menstruasi juga sebenarnya bisa menjadi penyebab, menggunakan pembalut itu harus diganti setelah 4 jam pemakaian. Tahun 2007 aku pernah baca buku tentang remaja gitu, di situ ada pembahasan tentang tampon. Tampon itu semacam pembalut tapi bentuknya kecil dan dimasukkan ke dalam vagina, saya belum pernah lihat langsung bentuknya, di luar negeri, sih, sudah umum sekali penggunaan tampon. Dan, ternyata tampon ini juga berbahaya. Hmmm. Ya sudahlah, ya, pakai pembalut biasa saja, lagian ngeri juga kayaknya pasang tampon. Hihihi.

Nah, bahas menstruasi, aku dulu SMP kelas satu baru menstruasi, usia 12 tahun. Tapi ada teman yang sudah menstruasi di usia 9 tahun, dan ada yang usia 15 tahun. Ternyataahhh, semakin awal datangnya haid pada anak, semakin bagus karena menopouse akan semakin lama kata dr. Yuslam Fidianto, Sp.OG. dari RS Mayapada. Padahal dulu aku merasa aneh, kok, anak SD kelas 4 sudah menstruasi??? Eh, ternyata malah bagus. Hmmm.

Temans, pernah tahu CISC enggak?

Aku juga baru tahu CISC dari Ibu Elly yang seorang survivor kanker serviks. CISC itu Cancer Information & Support Center. Jadi di sana semacam wadah dimana para survivor kanker mendapatkan dukungan moral, merasa seperti punya keluarga kedua. Ibu Elly sekarang adalah wanita tanpa serviks, sedih, deh, dengar ceritanya. Tapi aku salut, beliau keren banget, menderita penyakit seperti itu tapi dia enggak marah, dia enggak panik, justru beliau menerima semua yang terjadi dalam hidupnya, legowo banget kalau dengar dari ceritanya. Ibu Elly bilang kalau ada yang terkena kanker serviks, harus menjalani pengobatan medis dan mengikuti semua saran dokter. Jangan marah, terima saja, ikhlas dengan apa yang dihadapi. Soalnya kalau kita bahagia, senang, dan tenang, imun kita akan tinggi. Hmmm. Benar juga, sih, kalau kita tenang, kan, pasti pikiran juga jernih, pengobatan yang dijalankan juga bisa maskimal diterima oleh tubuh. Intinya kita hidup harus ikhlas, sabar, dan bersyukur, itu kunci dari bahagia yang sesungguhnya.

Untuk Temans yang sudah melakukan hubungan seksual suami-istri, baiknya melakukan papsmear. Papsmear itu baiknya setahun sekali, seperti seorang kenalan saya bercerita bahwa di hari ulang tahunnya dia pasti ada di rumah sakit, bukan sakit, tapi untuk Papsmear. Bagus juga, sih, ya, jadi enggak lupa kapan terakhir Papsmear. Selain papsmear diperlukan juga suntik vaksin HPV, kalau ini setiap enam bulan. Buat yang mau papsmear dan vaksin HPV bisa di RS Mayapada, di sana ada paket layanannya, lho.

dr. Yuslam (paling kanan) dan Ibu Elly (kaos hijau)


4 komentar:

  1. Setuju! Kena penyakit kanker serviks emang bukan akhir dari segalanya, karena pada hakikatnya semua penyakit ada obatnya kecuali pikun dan kematian asal dideteksi sejak dini dan dengan penanganan yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, betol, faktor pikiran juga penting.

      Hapus
  2. karena kisah jupe yang kena serviks, tengah tahun ini langsung periksa, pingin divaksin juga biar tenang

    BalasHapus

Hai, terima kasih sudah mampir, semoga anda membacanya dengan saksama dan berkenan meninggalkan komentar. Salam. :)