Aku ini masuk ke generasi millennials, kelahiran tahun 1981
hingga 1996, usia generasi millennials itu sekitar 29 sampai 44 tahun. Jadi
sekarang gen millennials itu usia produktif semua, enggak jauh-jauh dari yang
namanya mumet soal kerjaan atau aktivitas lainnya. Sebagai generasi digital
native awal, gen kami ini dikenal sebagai generasi yang mahir teknologi, karena
perkembangan internet sangat pesat di perjalanan pertumbuhan generasi millennials.
Enggak heran kalau banyak gen millennials yang jadi content
creator di berbagai platform, karena memang kesehariannya pun seolah tidak
luput dari internet. Bahkan untuk mencari rekomendasi apapun langsung buka
internet, seperti tempat makan, lokasi wisata, komunitas, dan lain sebagainya
sesuai kebutuhan.
Tapi satu hal yang jadi kebutuhan semua orang, yaitu
penyembuhan biasa kita sebut ‘healing’. Banyak cara untuk healing, ada yang
terapi kesehatan mental, self-care, spiritual seperti meditasi, ikut
komunitas yang bisa membantu melepas kepenatan, ada juga yang melakukan digital
detox, dan masih banyak lagi.
Aku sendiri healing dengan berbagai cara, tergantung sedang ingin apa dan penat karena apa. Enggak ada rumus baku, caranya selalu berubah. Beberapa hal yang paling sering aku lakukan untuk healing:
1. Membaca Buku
Yang paling sering saya baca adalah buku fiksi, karena saya dapat menciptakan dunia imajinasi yang jauh. Buku non-fiksi juga jadi pilihan, karena bisa memberikan sudut pandang baru tentang hdiup. Membaca itu seperti berdialog dengan orang lain, meskipun fiksi, otak tetap harus bekerja mencernanya agar dapat makna dari isi buku tersebut.
2. Tidur
Jika otak sudah lelah, tak sanggup lagi berpikir atau berimajinasi, Aku pilih tidur saja, ini cara terbaik untuk menenangkan jiwa dan raga. Biasanya setelah bangun tidur otak lebih segar dan bisa berpikir lebih jernih.
3. Di Rumah Bersama Keluarga
Rumah itu tempat pulang, bersyukur, rumahku memang tempat untuk pulang. Tidak mewah, tetapi nyaman, bisa tidur dengan tenang, berkumpul bersama keluarga, makan bersama, ngobrol ringan, bahkan sampai gosipin artis. Enggak butuh agenda khusus, kami bisa bertemu kapan pun, ada di ruang yang sama tanpa obrolan pun cukup nyaman karena berada di Tengah-tengah orang yang kita kenal pertama kali sejak lahir.
4. Bertemu Sahabat Untuk Bertukar Pikiran
Jika kepenatan yang sedang dirasakan ini membutuhkan sudut pandang dari luar, selain keluarga, Aku akan bertemu dengan beberapa teman dekat untuk berbagi cerita dan meminta pendapat atau hanya untuk sekadar berbincang saja di tengah rutinitas. Paling seru kalau sudah menertawakan kekonyolan dalam hidup, rasanya beban yang tadinya berat menjadi agak ringan.
5. Karaokean
Satu aktivitas yang terkadang Aku lakukan
saat bertemu sahabat atau teman-teman dekat. Sekalian keluar, langsung saja
cari tempat karaoke. Cari lagu yang bisa membangkitkan semangat atau yang bikin
galau sekalian, lebih seru lagi pilih lagu yag bisa dinyanyikan bersama-sama.
Lewat karaoke, kita bisa lepaskan energi negatif.
Setiap orang punya cara yang berbeda untuk healing dari
kepenatan rutinitas. Healing itu soal memberi apa yang benar-benar dibutuhkan
oleh batin kita pada saat itu. Kalau ngomongin musik, belakangan ini Aku nemu
satu lagu baru yang judulnya to the point banget: ‘Healing’. Lagu ini karya
seorang anak SMA di Bandung, namanya Bintang Putra Sugiatno. Bintang sejak
kecil sudah akrab dengan alat musik terutama piano, dengan dukungan dari sang
Ayah, Bintang akhirnya bisa meluncurkan single-single terbarunya dan ‘Healing’
adalah salah satunya.
Usianya baru 16 tahun, tapi terlihat bakat musiknya yang
jika terus diasah akan menjadi musisi terbaik di masa depan. Lagu ‘Healing’
sendiri kalau diperhatikan liriknya itu enggak ribet, justru mencerminkan
banget apa yang kita semua alami. Butuh waktu yang tidak sebentar dalam
menciptkana sebuah karya, sepertinya Bintang juga melalui waktu-waktu itu untuk
bisa menciptakan karyanya yang bisa dinikmati oleh siapapun.
Buat kalian yang lagi merasa risau, gelisah, penat, dari
pekerjaan atau sekadar butuh hiburan, bisa tambahkan lagu ‘Healing’ ke playlist kalian. Liriknya yang sederhana bakalan bikin kamu gampang ikutinnya dan musiknya
yang pop-rock juga bikin agak segar di setelahnya.
HEALING by Music Bintang Production (lirik)
Healing…
‘Ku perlu healing
Hilangkan penat itu
Penat itu…
Tak kusadari
‘Ku terlelap dalam tidur
Penatnya hari itu
Hari itu…
Kesibukanku setiap hari melelahkan
Termakan oleh waktu
Oleh waktu…
Tak terasakan
Semua rindu akan suasana ceria hari minggu
Hari minggu…
Hingga saatnya kuberpikir
Hilangkan selalu penat itu
Penat itu…
Healing…
‘Ku perlu healing
Hilangkan penat itu
Penat itu…
Healing…
‘Ku perlu healilng
Kejenuhan terobati
Terobati…
‘Ku takkan terlelap lagi
Dalam keseharianku
Walau sesibuk apapun menekanku
Dan takkan lelah lagi
Healing…
‘Ku perlu healing
Hilangkan penat itu
Penat itu…
Healing…
‘Ku perlu healing
Kejenuhan terobati
Terobati…
Healing… (‘Ku perlu healing)
Kuperlu healing
Hilangkan penat itu (‘Tuk menghilangkan penat ini…)
Penat itu…
Healing… (‘Ku perlu healing)
Kuperlu healing
Kejenuhan terobati (‘Tuk mengobati…)
Terobati (Lelah ini…)
Kalau mau tahu lebih banyak proses kreatif Bintang, bisa kalian cek instagramnya di @musicbintang_production. Lagunya juga sudah bisa didengarkan di berbagai platform.
Jangan lupa untuk selalu sayang dengan diri sendiri. Kerja keras
memang perlu, tapi jiwa kita juga butuh istirahat, bisa lewat buku, keluarga,
sahabat, juga lagu-lagu indah, hal itu lebih penting agar tetap waras, guys.
Aku tulis ini sambil ditemani lagu ‘Healing’ yang entah sudah diputar berapa
kali dan rintik hujan yang turun sejak pagi tadi.
Kalau kamu, Healing-nya ngapain?

Klo aku healingnya lari 🏃🏻♀️ yuk yang suka lari kita ngumpul 🙌🏻
BalasHapuswah seru banget kak, healingnya makin sehat jiwa raga.
Hapus