Langsung ke konten utama

Hari Diabetes 2019: The Mother of Diseases

(Ki-ka): dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD,KEMD - Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi, Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA(K) - Divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM, dan Dr. Cut Putri Arianie - Direktur P2PTM Kemenkes RI. (dokpri)

Diabetes masuk ke dalam penyakit tidak menular. Diabetes adalah mother of diseases. PTM lainnya yang banyak terjadi adalah jantung, hipertensi, stroke, kanker, dan penyakit katastropik lain. Pada tahun 1990-an, penyakit menular itu banyak, seperti TBC. Tapi ketika penyakit menular belum selesai ditangani, angka penyakit tidak menular ikut meningkat. PTM berada di posisi 3 teratas sebagai penyebab kematian tertinggi.
Stroke, jantung, dan diabetes menjadi penyakit penyebab kematian tertinggi di tahun 2017. Di luar sana, Indonesia mendapat julukan "Baby Smoker Countries". Hmmm, seram banget enggak, sih?! Sebutan itu bukan tanpa alasan, ada anak usia 2,5 tahun di Indonesia yang sudah merokok.

Saat ini, kemajuan teknologi yang sangat cepat pun menjadi salah satu faktor PTM. Kok, bisa???
Ya, bisa, lah!
Selain sisi positif, perkembangan teknologi juga punya sisi negatifnya. Salah satunya adalah kita jadi malas bergerak lebih banyak, mau makan tinggal pesan, mau bepergian tinggal order transportasi online. Saat ini PTM meningkat di usia 10-14 tahun, yang menyebabkan adalah transisi ekonomi, budaya, dan perilaku.

Usia itu padahal menjadi bonus demografi pada 10-15 tahun kemudian, tapi akan jadi masalah kalau sejak kecil sudah terpapar risiko penyakit tidak menular. Hanya ada 3 dari 10 orang Indonesia yang sadar bahwa dirinya terkena PTM, yang sering kali terjadi adalah orang obesitas tidak punya keluhan. Dia merasa sehat-sehat saja, padahal sudah menumpuk penyakitnya. Papua menjadi daerah dengan PTM terendah, yang tertinggi adalah Bali, dan DKI sendiri masih di urutan ke-4. Untuk itu, lembaga kesehatan sudah seharusnya ikut ambil bagian menyuarakan cara hidup sehat, bagaimana menghindari faktor risiko, melakukan pengobatan untuk yang sakit, dan lain sebagainya.

Dimulai dari pola makan, kurangin gula, boleh makan manis, tapi jangan berlebihan. Mentang-mentang suka manis, jadi makan apa-apa harus pakai gula berlebih. Misal sehari makan 3 kali, dan selalu makan nasi, nah, itu sudah gula semua. Nasi dan tepung-tepungan memang sudah layak untuk sangat dikurangi porsinya.

Dari data kesehatan Kemenkes RI, pengobatan untuk diabetes itu besar banget, setiap tahun meningkat malahan. Padahal, ya, kita bisa tidak mengeluarkan biaya besar itu, dengan cara mengubah gaya hidup yang belum sehat, ke gaya hidup sehat.

Pola makan ini harus banget terus dikampanyekan. Bukan sok sehat, masalahnya, usia produktif nih, banyak yang berisiko kena PTM.
Kenapa berisiko?
Coba deh, lihat diri kamu sendiri, hari ini sudah melangkah berapa kilo meter? Sudah olahraga belum hari ini? Atau lupa, kapan terkhir olahraga. Duh!

Kalau ditanya. Siapa yang bertanggung jawab atas kesehatan setiap orang?
Sudah jelas jawabannya, Ya, diri sendiri lah. Jangan menyalahkan orang lain. Kita yang harus jaga kesehatan diri sendiri. Selain diabetes, ada banyak PTM lain yang beberapa sudah aku sebutkan di awal. Untuk mewujudkan masyarakat sehat, tetap ada campur tangan pemerintah, seperti kebijakan kawasan bebas asap rokok. Harusnya, sudah menjadi kesadaran masyarakat secara umum, jangan menunggu ada yang menegur untuk mematikan rokok di tempat umum.

Kalau capek kasih tahu orang di sekeliling untuk hidup sehat, setidaknya kita sendiri deh, rajin aktivitas fisik. Jalan kaki gitu, atau kalau naik ojek online, jangan dari depan rumah, jalan dulu ke depan gang. Yah, agak jauh lah, pokoknya.

Tagline 10.000 langkah per hari itu bukan sekadar iklan produk biar laku, tapi ini memang yang disarankan Kementerian Kesehatan RI. Hmmm, aku paling tinggi sehari baru sekitar 7000 langkah, jauh banget ih buat ke 10.000. Huhuhu.

Eh, tiap bulan kontrol, Ges. Medical check-up gitu biar tahu nih, kita ada di posisi baik atau baik baik saja. He he he. Karena kita enggak tahu, kan. Mungkin lupa, sudah berapa kali makan dengan porsi berlebih. Hahaha.

Sedikit tentang lingkar perut. Harusnya, perempuan lingkar perutnya di bawah 80cm, kalau laki laki harus di bawah 90cm. Enggak harus orang dewasa ya yang diukur, anak-anak juga perlu, karena ada juga anak-anak yang kena diabetes melitus. Kasihan, banget, kan, masih kecil sudah menderita DM. 

Keslaahannya di mana kalau anak-anak yang kena?
Ya, ada yang DM karena pola makannya yang enggak sehat dan enggak teratur.
Kok, bisa?!
Ya, iyalah, kan anak itu pola makannya ngikutin orang dewasa yang bersamanya, dalam hal ini orang tua berperan penting.  Anak yang diabetes itu harus banget olahraga, yang enggak DM bukan berarti enggak boleh. Bedanya, yang DM harus lebih banyak porsinya.

Anak dengan diabetes melitus enggak boleh sampai kurnag insulin, karena akan berpengaruh banget ke tumbuh kembangnya, gangguan metabolik, pun memperlambat pubertas.
Kalau ditanya, "Anak-anak kapan didiagnosis diabetes?"
Eits, enggak pakak minimal, 'wong' bayi baru lahir saja bisa lho, kena diabetes. Jadi, satu cara termudah untuk #CegahDiabetes adalah mulai mengubah gaya hidup kita, lakukan gaya hidup sehat, dan tularkan kebaikan pada semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film: 90 Hari Mencari Suami

Gen, kalau membicarakan percintaan memang enggak ada habisnya, ya. Ada yang sedang mencari, ada yang hampir jadi, ada yang saling mempertahankan, ada yang saling bertahan, ada yang ditinggalkan pun meninggalkan, ada yang siap menghadapi, hingga ada pula yang tak pernah memikirkannya. Percintaan selalu ada saja sisi yang bisa diceritakan, diangkat menjadi sebuah film, seperti yang satu ini. dok. prime video Judul Series: 90 Hari Mencari Suami Tahun Rilis: 2024 Episode: 10 Produksi: Rapi Films Platform: Prime Video Asal Negara: Indonesia Sutradara: Sabrina Rochelle Kalangie Pemeran Utama: Michelle “Eli” Ziudith, Dion “Jay” Wiyoko, Oka “Dewa” Antara, Bhisma “Dimi” Mulia, Karina “Sandra” Salim, Sahira “Rosa” Anjani, Dominique “Vivian” Sanda, Ina “Emma” Marika, Maura “Lisa” Gabrielle, Leony “Bobby” Vitria Hartanti. Genre: Komedi Romantis Rating: 8/10   Berlatar keluarga Jawa, Eli yang menginjak usia 30 tahun sudah diuber untuk segera menemukan calon suami...

Festival Semesta Ramadan 1446H Dompet Dhuafa

Ramadan 1446H sudah di depan mata, enggak sampai satu bulan kita akan bertemu dengan bulan suci umat muslim di seluruh dunia. Iklan sirup di TV juga sudah keluar, semakin keren saja itu konsep iklannya, tahu kan sirup yang mana? Untuk menyambut bulan suci ramadan kita juga harus bersiap, iya mempersiapkan diri untuk bisa memaksimalkan ibadah di bulan suci tersebut, suasana ramadan yang selalu kita rindukan itu akan datang, entah kenapa bulan ramadan memiliki atmosfer yang sangat berbeda dari bulan lainnya. Salah satu lembaga yang dengan meriahnya menyambut bulan suci ramadan adalah Dompet dhuafa. Festival Semesta Ramadan Dompet Dhuafa dengan tema “Berzakat Kerennya Gak Ada Obat” . Acara ini dibungkus cukup menarik, menyajikan talkshow di tempat terbuka, dengan tenant makanan yang bisa dinikmati selama berjalannya acara. Trashic dari sekolah SMART Ekselensia dan Rampak Bedug dari Sanggar Yudha Asri menjadi pembuka acara sore itu. Berbeda dari biasanya, kali ini ada kegiatan bersama ...

Film: Adit Sopo Jarwo the Movie

Gen, kali ini kita berpetualang dengan Adit, Bang Sopo, dan Bang Jarwo. Sesekali kita ceritakan tentang film genre animasi seperti ini. Aku suka film animasi, tapi yang serial TV biasanya, kalau movie biasanya Detective Conan saja, kurang tertarik dengan yang lainnya. dok. Google Judul Film: Adit Sopo Jarwo the Movie Tahun Rilis: 2021 Episode: - Produksi: MD Pictures, MD Animation Platform: Disney+ Hotstar Asal Negara: Indonesia Sutradara: Hanung Bramantyo, Eki N. F. Penulis Skenario: Anto Malaya, Beni Susanto Pemeran Utama: Muzakki ‘Adit’ Ramdhan, Musripah ‘Bunda Adit’, Hanung ‘Ayah Adit’ Bramantyo, Surawijaya ‘Jarwo’, Dharmawan ‘Sopo’. Genre: Drama Komedi Animasi Rating: 7/10   Berawal dari Adit sekeluarga mau mudik ke Yogyakarta, Adel belum lahir, bundanya mau lahiran di sana kalau enggak salah, terus mereka naik kereta, nah ada satu kesempatan saat kereta berhenti, si Adit ini malah turun, dan bapaknya tidur enggak tahu kalau anaknya turun dari kereta, d...