Langsung ke konten utama

Pencapaian BPJS Kesehatan 2018

Difotoin Evi Fadliah

Kemajuan teknologi telah mencapai industri 4.0 di mana artinya hampir semua kegiatan didukung oleh digitalisasi. Mulai dari pemerintah hingga swasta, mulai dari individu hingga lembaga, enggak lepas dari yang namanya kemajuan teknologi. BPJS Kesehatan, salah satunya yang terus mengimbangi kemajuan teknologi.

Dalam public expose capaian kinerja BPJS Kesehatan tahun 2018. Juga menjadi momentum penting, yaitu penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Kesehatan dengan Institut Pertanian Bogor tentang sinergi dalam penyelenggaraan program JKN-KIS. Dalam hal ini IPB menyumbang keilmuan ke BPJS Kesehatan, dan BPJS Kesehatan menyumbang data penelitian ke IPB.

Penandatanganan nota kesepahaman BPJS Kesehatan dan IPB, dilakukan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Rektor IPB (dokpri)

Sekarang masuk industri 4.0 dan BPJS Kesehatan enggak mau ketinggalan, makanya BPJS berusaha terus meningkatkan pelayanannya dalam bentuk digitalisasi. Sekarang, sebagian besar peserta BPJS Kesehatan berkegiatan menggunakan gawai. Hal ini salah satunya yang membuat BPJS Kesehatan terus menguatkan sistem digital, bukan sekadar masuk dunia digital, tapi dengan sistem digital itu jadi lebih efisien dan efektif untuk semua pihak yang terlibat.

BPJS Kesehatan menyadari bahwa semakin banyaknya layanan dan angka pelayanan maka harus menggunakan sistem digitalisasi yang kuat. Untuk itu, BPJS Kesehatan mewujudkannya melalui layanan IT yang berkualitas dan inovatif kepada masyarakat, mengembangkan SDM TI yang kompeten, dan memastikan pemanfaatan TI yang aman, andal, dan efisien. Dan, BPJS Kesehatan hadir menjadi Game Changer layanan digital yang mampu mendobrak dan mengubah cara berpikir masyarakat terhadap layanan digital. Membuat inovasi yang membawa perubahan dan manfaat bagi masyarakat. Mendorong implementasi industri 4.0.

Digitalisasi menimbulkan disrupsi, sesuatu yang sudah berjalan akan terganggu karena adanya perubahan teknologi. Namun, jika BPJS tidak melakukan digitalisasi maka akan tertinggal jauh, bahkan bisa ditinggalkan. Tapi dengan digitalisasi BPJS Kesehatan bisa mengimbangi langkahnya dan terus berkembang. Apa yang telah dilakukan BPJS Kesehatan dapa menjadi contoh untuk lembaga pelayanan lainnya dalam menghadapi industri 4.0

Pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan nantinya akan menggunakan finger print, menghindari penyalahgunaan kartu BPJS Kesehatan. Digitalisasi mengubah cara kerja, dahulu sebelum ada JKN KIS sistem pelayanan kesehatan tidak terstruktur, pasien langsung menuju fasilitas kesehatan yang mana saja dia ingin. Kemudian awal pelaksanaan JKN KIS sistem pelayanan kesehatan mulai terbentuk, namun masih belum optimal, pasien dari FKTP bisa langsung ke faskes kelas A dan B, tanpa melewati FRTL. 

Para Direksi BPJS Kesehatan dan Rektor IPB (tengah)
(dokpri)


Dalam penyelenggaraan JKN ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi, dan identifikasinya adalah sebagai berikut:
  • Layanan Kepesertaan – BPJS Kesehatan melayani seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kondisi demografi, geografis, budaya, perbedaan strata sosial, dan kemajuan masing-masing daerah.
  • Penjaminan Pelayanan Kesehatan – sejak 2014 sampai saat ini tercatat BPJS Kesehatan memberikan penjaminan di 29.767 fasilitas kesehatan. Pemanfaatan di 2018 per hari rata-rata 640.000.
  • Kendali Mutu dan Kendali Biaya – meliputi proses kerja sama, monitoring, pengendalian pemanfaatan, pengawasan, dan audit pada seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia yang memiliki perbedaan manajemen, kompetensi, pun sarana dan prasarana. Jadi, ya, Kawan, kalau kalian menemukan hal menyebalkan atau tidak sesuai di FTKP tempat kalian terdaftar, jangan menyalahkan BPJS Kesehatan, tapi coba cek ricek, bagaimana manajemen dan hal lain terkait FTKP tersebut.
  • Verifikasi Klaim Pelayanan Kesehatan – Melakukan verifikasi dari FRTL sebanyak 8 juta berkas  per bulan dari total 2.455 faskes.
  • Pengumpulan Iuran Program JKN – Iuran dari semua peserta yang berasal dari berbagai kondisi di lapangan.


Penataan baru JKN KIS yang sebelumnya terus diperbaiki, diatur melalui sistem online, sehingga struktur pelayanan kesehatan saat ini sudah lebih teratur. Dari FKTP, pasien akan dirujuk ke FRTL, baru ke Rumah Sakit kelas A dan B jika FRTL sudah tidak sanggup. Namun, dalam kondisi khusus, pasien boleh langsung menuju Rumah Sakit kelas A dan B tanpa melalui FRTL.

Selama perjalanannya 2014 – 2018 BPJS Kesehatan sudah mendapatkan 41 penghargaan skala nasional, 17 penghargaan skala internasional dan melakukan 107 inovasi. Seperti tahun sebelumnya, tahun 2018 BPJS Kesehatan juga meraih WTM atau Wajar Tanpa Modifikasi dari Akuntan Publik. Jika dihitung sejak periode PT Askes, tahun ini adalah peraihan WTM ke-27, dan sejak 2014, BPJS Kesehatan meraih WTM 5 kali berturut-turut, itu artinya setap tahun meraih WTM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Liburan yang Menakjubkan dan Nyaman

Enggak terasa kayaknya tahun baru 2017 baru kemarin, eh, sekarang sudah menjelang liburan akhir tahun, ya. Temans mau ke mana saja, nih? Sudah rencana liburan ke suatu tempat? Atau mau di rumah saja dan mengunjungi lokasi terdekat? Tapi pasti sudah banyak yang persiapan ke luar kota atau ke luar negeri. Kalau aku, sih, masih pilih liburan di dalam negeri saja, punya passport sudah dua tahun dan masih bersih. Hmmm. Bebas, ya, mau liburan di mana saja dan ke mana saja asalkan sama kamu, iya kamu. Uwuwuw.

Beda Generasi Satu Frekuensi: Mungkin Lagu "Healing" Ini yang Kamu Butuhkan

  Aku ini masuk ke generasi millennials, kelahiran tahun 1981 hingga 1996, usia generasi millennials itu sekitar 29 sampai 44 tahun. Jadi sekarang gen millennials itu usia produktif semua, enggak jauh-jauh dari yang namanya mumet soal kerjaan atau aktivitas lainnya. Sebagai generasi digital native awal, gen kami ini dikenal sebagai generasi yang mahir teknologi, karena perkembangan internet sangat pesat di perjalanan pertumbuhan generasi millennials. Enggak heran kalau banyak gen millennials yang jadi content creator di berbagai platform , karena memang kesehariannya pun seolah tidak luput dari internet. Bahkan untuk mencari rekomendasi apapun langsung buka internet, seperti tempat makan, lokasi wisata, komunitas, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan. Tapi satu hal yang jadi kebutuhan semua orang, yaitu penyembuhan biasa kita sebut ‘healing’. Banyak cara untuk healing , ada yang terapi kesehatan mental, self-care , spiritual seperti meditasi, ikut komunitas yang bisa membantu ...

Go Digital untuk Pesona Indonesia

Menjelang akhir tahun yang dipikirkan sebagian besar orang adalah menghabiskan jatah liburan bareng keluarga dan teman-teman. Bahkan, sudah ada yang persiapannya sejak beberapa bulan sebelumnya untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi. Hari gini, kan, kalau mau ngapa-ngapain pasti cek di internet segalanya yang dibutuhkan, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Liburan itu enggak usah jauh-jauh, bisa ke provinsi sebelah, atau bahkan menjelajah tempat wisata baru di sekitar tempat tinggal.