Langsung ke konten utama

BPJS SATU di RS, Siap Memberikan Informasi dan Menangani Pengaduan

Sekarang di banyak tempat lagi kasak-kusuk perihal iuran BPJS yang naik mulai Januari 2020. Padahal semua program yang ada itu bukan tanpa alasan. Penyesuaian iuran, itu bertujuan menuesuaikan biaya layanan kesehatan dengan sumber pembiayaan supaya likuiditas BPJS Kesehatan baik. Iuran naik, maka pembayaran claim akan tepat waktu, cashflow faskes terjaga, pembayaran untuk tenaga kesehatan dan supplier segera terpenuhi. Kalau sudah begitu, dampak selanjutnya akan memperbaiki kondisi keuangan faskes.

Bukan sekadar urusan cashflow faskes, tapi juga berpengaruh ke meningkatnya kualitas layanan, seperti investasi faskes yang bertumbuh, contohnya ruang rawat inap, peralatan kesehatan, pun sistem informasi dan teknologinya, sampai peningkatan kompetensi keahlian tenaga kesehatan. Jika ruang rawat selalu tersedia, peralatan kesehatan dan obat lengkap, layanan jadi cepat - mudah - pasti, maka tujuan akhirnya adalah KEPUASAN PESERTA BPJS Kesehatan.

Tahun 2018, indeks kepuasan peserta di FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) tercatat sebesar 79.8%, dan penyesuaian iuran dan kualitas layanan bagi peserta sesuai dengan implementasi peraturan presiden nomor 75 tahun 2019. Nah, mulai Desember 2019 BPJS Kesehatan melakukan re-branding dengan mengubah PIPP (Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan) RS menjadi BPJS SATU (BPJS Siap Membantu). Petugas BPJS SATU akan selalu dipastikan kehadirannya di setiap RS yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Mereka memakai rompi orange dan bagian belakangnya ada logo BPJS SATU. Tepatnya mulai 9 Desember, mereka sudah mudah ditemui di RS.

PIPP RS sendiri ada regulasinya, bukan cuma bagian kecil enggak penting, justru penting banget kehadirannya. Regulasinya itu UU no. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, UU no. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit, PerPres no. 76 tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik, PerPres no. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, PMK no. 99 tahun 2015 tentang Pelayanan Kesehatan pada Program JKN, dan Per BPJS Kesehatan no. 2 tahun 2018 tentang UPMP4. So, kenapa perlu ada PIPP di RS? Ya, pastinya untuk tahu bagaimana kepuasan dan keluhan peserta BPJS Kesehatan di FKRTL. 

Untuk tahu apa saja yang paling banyak dibutuhkan oleh peserta, peserta cepat tahu bagaimana ketersediaan kamar raat inap, kalau mau buat pengaduan atas layanan faskes jadi lebih cepat, enggak kesal sendiri karena enggak tahu harus ke mana pengaduannya. Jadi, bisa saat itu juga dilakukan pengaduan, dan plong deh rasanya. Hihihi.

Tulisan BPJS CENTER ada di RS, menunjukkan ke mana kita harus menemui BPJS SATU, nah di situ bukan cuma ada petugas BPJS Kesehatan saja, tapi juga ada staf dari pihak RS. Jadi, BPJS SATU ini enggak berdiri sendiri, tapi terintegrasi oleh layanan pengaduan RS, dan didukung dengan aplikasi SIPP (Salura Informasi dan Penanganan Pengaduan).


Tugas PIPP di RS:
  1. Memberikan layanan informasi dan pengaduan peserta di RS baik secara langsung maupun melalui petugas RS.
  2. Melakukan customer visit kepada peserta JKN-KIS dan meminta feedback kepuasan peserta melalui format berbasis digital. Melakukan customer visit kepada peserta yang menyampaikan pengaduan.
  3. Melakukan sosialisasi kepada petugas RS terkait kebijakan dan regulasi kepesertaan peserta JKN-KIS.
  4. Melakukan koordinasi dengan petugas RS maupun kantor cabang dalam penanganan pengaduan peserta. 
  5. Memonitor eskalasi permintaan informasi atau pengaduan dari dan untuk kantor cabang melalui aplikasi SIPP.


Layanan-layanan BPJS SATU di RS:
  1. Pemberian informasi.
  2. Penanganan pengaduan.
  3. Pendaftaran bayi baru lahir peserta PBPU dan PPU.
  4. Denda layanan.
  5. Pengecekan status kepesertaan.


Oke, gitu saja, Gengs. Kalau kalian lagi di RS sebagai peserta JKN-KIS, butuh bantuan apa-apa langsung cari deh petugas BPJS SATU yang pakai rompi orange.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Dana Pensiun Untuk Pekerja Lepas

Beberapa waktu lalu berkunjung ke rumah Pakdhe (sebutan untuk kakak laki-laki dari orang tua dalam bahasa Jawa), sedikit banyak bercerita, bertukar kabar, pandemi membuat segalanya terbatas, sapaan dalam jaringan tidak bisa menggantikan. Obrolan mengalir lancar, sedikit ejekan pun tak terlewat, Pakdhe yang satu ini sudah lanjut usia, namun jiwanya tetap muda, bisa mengikuti ritme kerabat yang seusiaku, nyaman untuk berbincang dengan beliau, mungkin salah satu faktornya adalah kehidupan masa tuanya yang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Beliau aman secara finansial, dan lingkungan keluarga yang cukup harmonis.

Pendidikan Non Formal Sebagai Pendukung Pendidikan Formal

Foto sweetlouise dari pixabay Tahun 2022, bulan Februari, yang sekarang kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pasti lagi mumet cari-cari sekolah dan universitas, banyak banget pertimbangan, mulai dari minat sampai kesanggupan orang tua. Meski sekarang sistem zonasi berlaku, tetap saja ada banyak hal yang dipertimbangkan jika terkait pemilihan sekolah. Untuk yang universitas, sudah pasti mencari yang punya jurusan impian, akreditasinya bagus, lokasinya oke, biayanya terjangkau, dan lain-lainnya.

Begini Liburan yang Menakjubkan dan Nyaman

Enggak terasa kayaknya tahun baru 2017 baru kemarin, eh, sekarang sudah menjelang liburan akhir tahun, ya. Temans mau ke mana saja, nih? Sudah rencana liburan ke suatu tempat? Atau mau di rumah saja dan mengunjungi lokasi terdekat? Tapi pasti sudah banyak yang persiapan ke luar kota atau ke luar negeri. Kalau aku, sih, masih pilih liburan di dalam negeri saja, punya passport sudah dua tahun dan masih bersih. Hmmm. Bebas, ya, mau liburan di mana saja dan ke mana saja asalkan sama kamu, iya kamu. Uwuwuw.