Rabu, 14 November 2018

Baran, Demi Indonesia Lebih Bercahaya

Hijau, luas, dingin, ya, kira-kira begitu latar tempat di mana aku mendengarnya. Ceritanya ada seseorang yang menyampaikan mimpi-mimpinya ke aku. Awalnya biasa, dan kuanggap "Ah, apa, sih, gitu doang." Lalu, semakin lama aku berpikir, hmmm, kok, bagus, ya, sejauh itu dia berencana dan tahu apa yang ingin dia miliki di masa depan.

Mimpi yang, menurutku biasa saja, tapi, menjadi luar biasa ketika aku mendengar dari orang yang sempat tak kuanggap ada. Aku jahat? Iya, silakan anggap aku seperti itu, karena aku pun sadar, sepertinya aku sedang melakukan kejahatan luar biasa pada orang yang sedang bermimpi.

Dari sekian banyak mimpinya yang dia sebut, ada satu yang menarik perhatianku, ya, perihal tempat tinggal. Tidak spesifik tapi dia sebutkan apa yang diinginkan, ah, seperti mimpi rasanya ada yang bicara seperti itu ke aku. Entah sejak kapan, dari sekian banyak mimpiku, yang tak pernah goyah adalah hal yang sama dengannya. Zaman berganti, waktu terus berjalan, teknologi semakin maju, tapi satu hal itu masih sama.

Kalau bicara property, dalam hal ini adalah rumah tinggal, aku tak ingin besar, kecil saja namun nyaman, sesederhana itu. Bukan enggak mau rumah besar, karena banyak pula pengeluarannya, keluar tenaga lebih banyak misalnya buat bersih-bersih, hehehe. Kalau lagi sendirian di rumah pun agak menyeramkan (hmmm, aku memang tak seberani itu). 

Kita pasti sadar semakin banyak rumah tinggal yang dibangun, mulai bentuk rumah susun sampai klaster yang dianggap istimewa karena lingkupnya lebih kecil. Dari fakta ini langsung terlihat bahwa kebutuhan energi pun semakin meningkat. Kok, bahas energi? Ya, iya, memangnya mau punya rumah seperti goa? Gelap gulita, kalau malam, hanya menggunakan insting.

Eh, wait, enggak cuma rumah yang butuh energi listrik, semua perangkat dan gawai kita juga butuh, sama seperti saat aku menulis ini, kalau enggak ada energi, ya sudah, kutulis tangan, hehehe. Energi listrik yang kita dapat, selama ini masih dari Perusahaan Listrik Negara,apapun masalahnya kita masih mengandalkan dari sana. 

Padahal, kita tahu bahwa TLD itu enggak pernah turun, yang ada malah naik terus. Kalau ada masalah, mau enggak mau kita terima, semacam mati lampu bergilir, atau seperti beberapa daerah di Indonesia yang hanya menerima pasokan listrik pada malam hari saja atau siang hari saja. Kebayang lah aku gimana rasanya enggak ada listrik, beda tipis sama enggak dapat sinyal di puncak gunung. Huhuhu. 

Fakta listrik di Indonesia itu tahun 2016 terpasang pembangkit listrik sebesar 57 GW dengan jumlah rumah tangga sebanyak 64 juta. Nah, sekarang 2018, pastinya angka itu terus bertambah, tapi energi listriknya gimana? Ikut bertambah atau enggak?

Jawabannya, enggak, terus gimana dong? Ya itu tadi, makanya ada pemadaman bergilir dan gerakan matikan lampu selama sekian jam di waktu tertentu. Untuk mengatasi hal ini ada yang namanya energi mix, yaitu energi di masa depan. Terbagi 4 (empat), yaitu Batu bara, Gas, EBT, dan BBM.

Saat ini yang tersedia paling banyak adalah Batu bara sebesar 55%. EBT atau energi baru terbarukan tersedia 12% dan seharusnya terus dikembangkan supaya meningkat. EBT itu Energi Baru Terbarukan, contohnya penggunaan energi sinar matahari. Sudah banyak yang mulai mengembangkan energi matahari untuk kebutuhan listrik, tapi di Indonesia masih sedikit banget.

(difotoin rudi)

Salah satu EBT ini adalah Baran Power, baran ini  produk yang dikeluarkan oleh Aldebaran dan berupa cube yang digunakan untuk menyimpan energi listrik. Penggunaan Baran ini jauh lebih efisien dibanding pakai listrik nasional. Kapasitas satu Baran Cube itu 1 MW setara dengan listrik di 4000 rumah. Nah, kalau sebesar ini gimana ya? Bisa enggak buat di rumah sendiri? 

Baran cube (dok. Baran-energy)

Jawabannya, ya, bisa banget, kan tersedia untuk penggunaan individu, namanya Baran Powerwall, kapasitasnya 8800 Wh. Kalau pemakaian di industri besar bisa pakai yang Baran Cube. Kalau mau pakai di rumah sendiri, bisa dibeli, nih.

Baran powerwall (dok. Baran-energy)

Tapi kalau mau pakai gratiiisss, bisa jugaaa, caranya cukup dengan beli property di Baran Property, nanti pasokan listriknya sudah pasti dari Baran ini. Enggak perlu mikirin beli Baran sendiri, cukup bayar rumah dan bisa nikmati listrik gratis dari Baran.

Baran property (dok. Baran-energy)

Baran akan mengisi energi dari matahari melalui lempengan yang disebut solar panel, iya, pastinya siang. Terus, gimana kalau pas lagi musim hujan atau cuacanya lagi mendung dan matahari kayak ngumpet gitu? Baran enggak keisi dong?


(ki-ka): Dihar Dakir - Corporate Secretary PT Aldebaran Rekayasa Cipta dan Victor Wirawan - CEO Owner PT Aldebaran Rekayasa Cipta (dok. Pribadi)


Hmmm, istimewanya di sini, Baran enggak cuma menyimpan energi panas matahari tapi juga menyimpan cahaya. Kalau lagi musim hujan, cuaca teduh tapi masih ada cahaya terang matahari, kan? Nah, di situ lah Baran mengisi energi, ya, walau lebih lama dari biasanya. Kalau di cuaca panas normal gitu, Baran Powerwall hanya membutuhkan waktu selama 4 (empat) jam untuk pengisian daya.

Kalau pakai Baran, kita pasti sangat mencintai matahari. Hahaha. Apalagi kalau kita menggunakan mobil listrik. Nah, sesuatu yang pasti ada banyak nantinya, nih, mobil listrik Indonesia masih langka banget ya menurutku, karena banyak faktor pula, sih, kenapa masih langka.

Jadi, untuk menjawab keberadaan mobil listrik, ada yang namanya Baran EV (Electric Vehicle). Desainnya keren banget, sport gitu, baru lihat gambar pun aku sudah berdia kencang biar bisa punya. Segitunya, karena karya anak bangsa, iya, seriusan. Mereka adalah anak bangsa terbaik di bidangnya, prestasinya pun membanggakan. Enggak salah, dong kalau kita dukung revolusi industri melalui ini.

Baran Electric Vehicle (dok. Baran-energy)

Pak Victor dan para anak bangsa yang berkarya bersama Aldebaran (dok. Pribadi)

Oh, ya, seseorang yang menyampaikan mimpinya ke aku itu mau punya hunian di daerah yang hanya ada cahaya matahari, iya, bukan panas terik. Hmmm, jadi masih bisa, kan, pakai Baran untuk mencukupi kebutuhan listrik sehari-hari. Demi Indonesia lebih hangat. Hehehe.


So, yang mau kenalan lebih jauh sama Baran bisa ke:

Instagram: @baranenergy
Instagram: @victorwirawan

1 komentar:

  1. Kebayang enaknya kalau pnya rumah di baran property, fasilitasnya dapet semua ya hehehe

    BalasHapus

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya.