Sabtu, 14 September 2019

BPOM Mobile Membantu Konsumen Cerdas Berbelanja dengan Cek KLIK

Gengs, sudah unduh aplikasi BPOM Mobile? Aku sudah, dan sekarang bisa cek izin edar produk obat dan makanan pakai scan QR code. Cara pakainya gampang banget, pas masuk ke aplikasi akan muncul tampilan seperti di bawah ini dan tinggal klik "Cek Produk", terus scan deh QR Code-nya. Belum semua barang mencantumkan QR Code memang.

Screen shot dari aplikasi BPOM Mobile

Cek KLIK namanya, kampanye untuk jadi konsumen cerdas. Aku sering banget jajan-jajan di mini market, pangan kering pun basah. Hal pertama yang aku lihat itu tanggal kedaluwarsa. Sempat jadi perdebatan sama seorang teman. Dia memukul rata semua orang kalau beli produk pasti yang pertama dilihat adalah harga. Hahaha. Katanya, kalau beli produk makanan, yang pertama dilihat adalah harga, bukan tanggal kedaluwarsa. 


CEK KLIK itu:
K - Kemasan dalam kondisi baik atau tidak.
L - Label yang tercantum pada kemasan, seperti kandungan gizi.
I - Izin edarnya apakah ada izin BPOM.
K - Kedaluwarsa jangan lupa dicek sampai kapan layak konsumsi.

Harga memang penting, tapi lebih penting tanggal kedaluwarsa kalau menurutku. Toh, aku beli karena butuh biasanya, bukan sekadar ingin. Beberapa gal penting yang selalu aku lakukan kalau beli produk makanan.


1. Tempat Pembelian

Aku selalu memilih tempat kalau mau beli sesuatu. Lokasinya bersih dan rapi atau sebaliknya? Karena akan berkaitan dengan apa yang mau aku beli. Misal beli makanan kemasan, pasti juga jarang dibersihkan kemasannya, jadi banyak debu menempel, ini bukan hanya terjadi di warung pinggir jalan, di mini market pun sering aku temukan kemasan berdebu. Kalau harus beli di situ, aku akan ambil produk yg ditata lebih dalam, enggak ambil yang paling depan.


2. Kemasan Pangan

Kemasan pangan itu ada yang terbuat dari kertas, gelas/bahan kaca, logam, plastik, melamin, dan keramik. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Kalau kebetulan yang aku beli pakai kemasan berbahan kertas, aku selalu cek ada bagian yang berlubang atau enggak, agak ditekan sedikit, kalau enggak ada bagian lain yang jadi kembung, berarti ada lubang halus di sana. Bakteri bisa masuk, kan.

(dokpri)

Untuk kemasan plastik juga gitu, kalau kembung banget, kencang gitu enggak aku ambil, takutnya malah sudah rusak produk di dalamnya, kan. Jadi, pilih yang kembung tapi enggak terlalu kencang kembungnya, atau udaranya enggak terlalu banyak. Produk ciki dan sejenisnya biasanya.

Untuk kemasan melamin, keramik, dan gelas aku pastikan enggak ada bagian yang cuil atau retak. Terus aku juga pastikan enggak ada rembesan makanan dari dalam. Kalau ada, berarti enggak tertutup rapat, kan kemasannya. Hehehe.


3. Urutan Belanja

Khusus beli produk makanan, aku pakai urutan. Pertama itu makanan dalam kemasan, kayak yang pakai kemasan kaleng atau beling gitu. Dia cukup dicek keterangan di luar kemasan dan bisa disimpan lama kan biasanya. Enggak rusak juga teksturnya kalau ketindihan barang lain.

Terus makanan kering, biasanya ini bahan baku kayak beras, tepung, mie, dan sejenisnya. Baru deh ke sejenis roti kalau lagi pengin makan roti. Misalnya beli roti, suka pengin juga beli temannya, susu atau produk turunannya. 

Setelah itu urutannya aku pilih buah-buahan. Kalau dibeli dari awal, takutnya dia bonyok-bonyok kesentuh barang-barang yang keras.
Kalau kira-kira sudah semua yang di atas, lanjut ke area produk yang disimpan dalam kulkas atau pendingin. Seperti daging, ikan, produk olahannya, atau juga es krim.

Kenapa mereka belakangan? Ya supaya enggak mencair atau berbau karena keamaan diajak keliling swalayan atau pasar. Jadi, mereka belakangan saja. Ini yang terakhir kalau lagi enggak pengin beli makanan siap saji. Tapi kalau mau beli makanan siap saji, ya ini bagian terakhirnya. Supaya makananmu tetap hangat, dan enak dimakan.

Soto Betawi Sawah Lio (dokpri)

Gitu, deh, kira-kira hal penting yang aku perhatikan kalau mau jajan-jajan. Kalau sudah sampai rumah, langsung simpan semua yang dibeli di tempat yang seharusnya. Mentah dan matang dipisah bagiannya. Mana yang harus disimpan pada suhu ruang, dingin, dan beku. Supaya mereka itu enggak cepat rusak. Walau kedaluwarsa masih lama, tetap akan cepat tusak jika penyimpanannya enggak tepat.

Satu hal penting, kalau belanja produk makanan jangan tergiur dengan harga murah, atau diskon besar yang diberikan. Biasanya yang seperti itu karena sudah mendekati tanggal kedaluwarsa. Jadi, pastikan dengan benar, berapa lama lagi produk tersebut kedaluwarsa.
SELAMAT BERBELANJA!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya. Sila tinggalkan komentar