Sabtu, 17 Februari 2018

Zona Madina yang Penuh Manfaat

Kalo lagi di kampung halaman ibu, tuh, susah banget mau jajan ini itu, ada warung, sih, tapi ya cuma itu, satu-satunya. Mau gak mau ya harganya segitu. Bayangin, bok, gak ada saingan. Ada warung lagi tapi jauh syekale. Tempatnya emang perkampungan di daerah pegunungan gitu, yang maghrib aja udah bikin pake jaket, dan suhu tengah malam itu 18 sampai 16°C. Coba bayangkan, rasakan sensasi menggigilnya menjelang subuh. Hahahha.

Yes, balik lagi ke warung. Jadi, di sana tuh kalau mau ketemu mini market mesti melakukan perjalanan panjang. Seriusan, deh, mendaki gunung melewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra. Enggak, itu aku lebay, jangan percaya, percaya aja kalau jaraknya emang jauh. Kanan kiri hutan jati. Uwuwuw

Mini market di pedesaan emang langka, ya, kayak harimau Sumatera. Mungkin karena yang belanja di mini market itu jarang, ya, paling orang kota yang lagi berkunjung, wisatawan, atau hanya untuk membeli produk-produk yang memang hanya ada di mini market.

Seperti di daerah Parung Bogor, tepatnya daerah Jampang, itu ada RS Rumah Sehat Terpadu di zona madina milik Dompet Dhuafa. Zona Madina ini salah satunya ada Rumah Sakit dimana dalam area tersebut ada mini market yang juga kelolaan dompet dhuafa. Namanya Daya Mart, bukan sekadar mini market, tapi ini mini market yang memberdayakan masyarakat sekitar. Contohnya UKM bisa menitipkan produknya di Daya Mart, agar lebih dikenal dan membantu kelancaran usaha masyarakat.


Ibu Lestari, dulunya cuma ibu rumah tangga biasa, tapi dengan adanya Daya Mart, beliau bisa memulai usahanya dengan membuat peyek dan dijual di Daya Mart. Daya Mart ini mendukung banget program UKM, selain ada peyek, ada pula berbagai keripik produk UKM, seperti keripik jamur, kerupuk ikan, gula semut, dan masih banyak lagi.





Awalnya aku pikir Daya Mart ini ya gitu aja, ya, bantu jual produk UKM masyarakat sekitar dan produk UKM dari pemberdayaan dompet dhuafa. Ternyata, Pak Tendy selaku Direktur Dompet Dhuafa Niaga menyampaikan bahwa Daya Mart ini juga membantu masyarakat yang ingin membuka warung dengan men-supply barang-barangnya. Kan, makin terpesona, kan. Hihihi.

Simbolis penyerahan member card kepada Mitra Daya Mart. (Ki-ka): Bpk. Wawan Hermawan - Kades Jampang, Ibu Lestari - Mitra Daya Mart, dan Bpk. Tendy - Direktur Dompet Dhuafa Niaga

Daya Mart ada di lingkungan Rumah Sakit, jadi di sini juga tersedia minuman yang bisa diseduh langsung, seperti kopi, latte, cokelat, dan susu. Membantu banget untuk yang lagi nemenin pasien di rumah sakit. Adanya Daya Mart ini membuat dompet dhuafa semakin memperluas jangkauannya dalam pemberdayaan masyarakat. Ke depannya diharapkan akan bertambah terus Daya Mart di banyak daerah.


Toilet di dalam Daya Mart

Zona Madina ini bukan sekadar nama, lho, ternyata. Tapi betul-betul menjadi tempat pengelolaan dana dompet dhuafa. Selain Rumah Sakit dan mini market, ada juga JEV atau Jampang English Village, lokasinya enggak di wilayah Daya Mart, tapi masih cukup berdekatan. JEV ini lokasinya di tengah pemukiman penduduk wilayah Jampang. Miss Kia dan Miss Nuy yang berada di sana, kebetulan English Village ini lokasinya di dormotori wanita. Siapa saja boleh belajar dan menjadi relawan pengajar di JEV, banyak yang lulus SMA dan memperlancar Bahasa Inggris di sana, aku malu sendiri bahasa Inggrisnya cuma tahu 'yes, no' aja.

Ruang belajar di JEV

Salah satu sudut di ruang belajar JEV

Sudut baca di JEV

Belajar di JEV ini cukup intens dan selama berada di JEV, siswa harus berbicara menggunakan Bahasa Inggris agar terbiasa dan enggak lupa dengan apa yang sudah dipelajari. Tapi kematin aku pakai Bahasa Indonesia, kan tamu. Hahaha. Kelihatan mereka itu antusias, dan cara belajarnya juga asik, pakai lagu-lagu dan banyak parktik. Keren banget, lah, aku kalah. Hixhixhix.

Keluar dari JEV, langsung ke lokasi Wisata Budidaya Ikan. Ini tempatnya beda jalan masuk dengan JEV, dan rutenya lebih jauh, jalannya cuma muat satu mobil, kalau papasan, enggak tahu, deh, gimana minggirnya andai kanan kiri enggak ada halaman yg agak lega. Hihihi. Perjalanan itu ditebus dengan pesona ikan-ikan mas koki yang unyu. Hmmm. 

Salah satu sudut di wisata budidaya ikan 

Budidaya ikan ini dikelola Bapak Kaman yang juga jadi RW di Lengkong Barang. Ikan yg dibudidaya ada mas koki, koi, oscar, cupang, juga gurame padang. Ikan-ikan itu sudah dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, lho, keren, ya. Perairan yg digunakan itu semacam danau, dan itu milik pemerintah setempat dan diberikan hak guna usaha yang dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan.

Kolam untuk bibit ikan

Banyak anak sekolah yang berkunjung untuk belajar tentang ikan dan budidayanya. Seru juga di sana, kebetulan habis hujan jadinya enggak panas dan hawanya sejuk, tapi jadi agak becek pinggiran kolamnya. Oh, ya, total pegawai di budidaya ikan ini ada 97 orang. Di awalnya itu tahun 2013 dengan 49 orang, dan semuanya adalah warga sekitar. Di budidaya ikan ini membagi hasil kepada para pegawainya sebesar 4 sampai 5 juta rupiah per 3 bulan.

Saung serbaguna


Oh, ya, di tempat budidaya ikan ini selain jadi eduwisata bisa juga untuk acara lain, seperti tempat berkumpul untuk bakar-bakar ikan juga bisa bermalam. Seru banget, kan itu. Enggak nolak, deh, karena banyak temannya. Di sekitar lokasi ini, tepatnya RW 3 yang dipimpin Pak Kaman ada 10 home stay, home industry, spot wisata, dan silat.

Bpk. Iwan Ridwan dan Bpk. Kaman

Kami dapat oleh-oleh ikan mas koki lucu-lucu. (Dok. Imawan)

Foto bersama

Pemberdayaan dana dompet dhuafa dirasa sangat bermanfaat, setiap pemberdayaan pun akan selalu ada pendampingnya. Enggak cuma masyarakat sekitar yang merasakan manfaatnya, tapi lebih banyak lagi dan diharapkan banget dompet dhuafa akan semakin luas jangkauannya. Menyenangkan banget di zona madina, yuk, yang bingung mau eduwisata bisa ke zona madina.

Produk yang juga ada di Daya Mart, khusus bawang merah itu langsung dari Brebes lokasi pemberdayaan dompet dhuafa.

De Fresh, mini market di daerah Jati Padang, Jakarta Selatan

Produk-produk perkebunan dan UKM dompet dhuafa


4 komentar:

  1. Asik bgt ya klo ditempat terpencil pun tetap ada toserba. Jd gak repot klo perlu beli sesuatu barang. Krn diwarung belum tentu sedia

    BalasHapus
  2. Yg terakhir gambar apaan tuh wid? Kaya enak, Widia bisa masak toh. Keren dah masakan nya.

    BalasHapus
  3. Miss kalau masak ikan suka dpt dari pemancingan. Ikan seger dan happy kalau mancing

    BalasHapus
  4. Semoga Daya Mart buka cabang baru di lokasi lainnya di Jakarta

    BalasHapus

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya.