Langsung ke konten utama

Gaya Hidup Sehat Jadi Resolusi

Hitungan jari tangan, dan sampailah di bulan ramadhan tahun ini, hmmm, apa yang sudah dipersiapkan, ya? Kayaknya gini-gini saja, biasa saja seperti tahun sebelumnya. Tapi, harus punya resolusi, kan, enggak tahun baru 1 Januari saja yang ada resolusi, di hari ulang tahun juga boleh buat resolusi.

Ramadhan tahun ini aku punya resolusi, banyak minum air putih, buka puasa enggak berlebihan dan pilih makanan yang sehat. Kalau rutin dan enggak cheat selama sebulan kayaknya bisa lah, ya, turun berat bedan sekilo. Hahaha.

Pokoknya harus melakukan itu, dan enggak boleh kalap kalau pas buka puasa. Untuk sahur, sih, aku makan biasa saja, enggak bisa porsi banyak. Berbeda dengan saat berbuka puasa, berbagai jenis makanan seperti tinggal tunjuk, sepanjang jalan seperti surga makanan.

Apalagi makanan di Indonesia itu berbagai macam, walau sekadar takjil tapi setiap daerah di Indonesia punya makanan khasnya. Berbagai bahan dan olahan, rasanya ingin makan semua, pengin cobain semua, padahal makan sedikit pas buka puasa sudah kenyang.

Makanan-makanan di Indonesia ini adalah bagian jejak kejayaan kuliner di Indonesia. Contoh, sambal dan kerupuk sebagai pelengkap, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang punya banyak jenis sambal dan kerupuk. Aku suka banget makan kerupuk pakai kecap, dan hampir semua makanan pokok aku kasih kecap. Hahaha.

Kecap termasuk jejak kejayaan juga, pertama kali itu kecap cap burung bangau, kerennya sampai sekarang masih bertahan dan di rumahku enggak pernah kehabisan kecap dan atau ganti kecap, kecuali terpaksa. Hihihi.

Balik ke makan sehat selama puasa. Aku paham banget, makanan di Indonesia ini enak semua tapi tetap harus pilih mana yang baik untuk tubuh kita. Aku sendiri, makan apa saja, tapi diimbangin semuanya, aku suka makan apa saja selama halal, dan cocok di lidah. Makan yang santan dan manis, tapi juga makan sayur dan buah-buahan. Untuk buah, semuanya aku suka, enggak ada yang paling utama, karena aku enggak pilih-pilih soal buah.

Pisang, apel, jeruk, strawberry, itu beberapa buah yang aku sering makan. Kenapa mereka? Entahlah, hanya praktis saja menurutku. Tapi ternyata khasiat mereka itu luar biasa, kalau rutin makan apel setiap hari bisa mengurangi risiko penyakit asma sebesar 45%, diabetes tipe 2 sebesar 27%, stroke sebesar 25%, kanker paru sebesar 60%, dan penyakit jantung sebesar 25%. Sehebat itu manfaat buah apel buat tubuh kita. Di Idonesia makan buah itu masih sedikit sekali porsinya, padahal Kemenkes sudah menghimbau untyk makan lima jenis buah dalam sehari. 

Foto di bawah ini apel washington dan jeruk sunkist washington. Jeruknya tanpa biji, dan manisnya segar, seratnya enggak pahit. Apelnya aku engak tahu itu jenis apa, yang hijau, sih, Granny Smith, yang merah aku lupa tanya. Hahaha. Pokoknya apel washington itu ada Red Delicious, Golden delicious, Granny Smith, Fuji, Gala, Braeburn, Jonagold, Pink Lady, dan Cameo. Itu aku tahu dari Peka Consultant, konsultan bisnis dan marketing di Jakarta yang jadi distributor apel washington, kurma medjool, pear USA, dan kismis Sunmaid.

(dokpri)

(dokpri)

Kurmanya enak karena bukan dalam bentuk manisan, sebelum dimakan disarankan dicuci dahulu, tapi aku cucinya di mulut. Hihihi. Kurmanya ada 3 macam, yang kurma biasa ada bijinya, bijinya kecil tapi kurmanya besar. Pitted medjool dates, kurma tanpa biji, jadi bijinya sudah dibuang. Terakhir organic medjool dates, aku belum tahu bagaimana sisi organiknya. Kita biasanya makan kurma semacam budaya di bulan ramadhan saja, harusnya setiap hari makan kurma. Amerika, salah satu negara yang konsumai buahnya tinggi, salah satunya kurma dan apel, keduanya bukan dimakan pada waktu tertentu, tapi setiap hari.

Bapak Kafi Kurnia - Managing Director Peka Consultant dan Christopher P Rittgers - Counselor Foreign Agricultural Service dari United States Department of Agriculture

Kalau misalnya bosan makan buah secara langsung, bisa dibuat smoothies, atau dibuat panna cotta. Yup, panna cotta sekarang lagi naik daun, dia puding lembut gitu tapi enak banget, bikin lupa daratan. Kemarin di Amuz Gourmet Restaurant, Sembutopia mengadakan Blogger gathering dalam menyambut bulan ramadhan. Sembutopia itu unit bisnis Peka Consultant yang memberikan jasa konsultasi pengobatan ke luar negeri dan informasi rujukan pengobatan ke RS di luar negeri. Sembutopia itu tagline-nya "Sembuhkan Indonesia dengan gaya hidup sehat.", makanya kemarin disajikan berbagai macam makanan sehat, dan enak semua. Salah satunya ada Panna cotta jeruk dan blueberry, aku cobain yang blueberry, ya, ampuuunnn, serius itu enaknya enggak nyantai. 

Panna cotta blueberry (dokpri)

Es krim kurma (dokpri)

Ini yang buat jus jeruk sunkist washington (dokpri)

Sekadar info juga, kalau blueberry itu bagus, dia rendah lemak, banyak mengandung vitamin C, temasuk dalam fiber yang bagus untuk sistem pencernaan, mengandung Mangan yang akan mengubah protein, karbohidrat, dan lemak menjadi energi. Paling penting, blueberry mengandung antioksidan. Blueberry ini kecil, imut-imut, tapi manfaatnya luar biasa.

(dokpri)

Selain itu ada masshed potato, dagingnya pakai Wagyu. Wagyu itu daging sapi yang produksi lemak tak jenuhnya banyak, dia sapi yang dimanja, enggak boleh melakukan pekerjaan berat dan dipijat supaya enggak kram otot. Mereka enggak dikasih ruang gerak untuk memanfaatkan otot. Wagyu di Indonesia biasanya dari Australia.

Mashed potato (dokrpi)

Sup ikan (dokpri)

Salah satu salad yang disajikan, aku lupa namanya (dokpri)


Dan, satu yang unik, ikan dimasak dengan balutan garam, full garam dan tebal. Awalnya aku takut itu ikan asin banget, ternyata enggak sama sekali, semacam ikan kukus rasanya. Rasanya tawar, tapi enak, enggak amis juga karena di dalamnya ada jeruk lemon, mungkin itu berpengaruh. Makannya pakai sambal mangga atau sambal matah. Aku coba pakai sambal matah, dan semakin nyummy. Kemarin kusudah bertanya nama ikannya, tapi maaf, lupa lagi, kirain lagi rekam, enggak tahunya lupa. Hikshikshiks.

(dokpri)

Ikan di atas yang dimakan dengan sambal matah (dokpri)

Di balik semua makanan yang disajikan ada orang hebat yang mampu meracik segala bahan, Chef Stefu.

Chef Stefu - Chef Amuz Gourmet Restaurant (dokrpi)

Hmmm, aku cuma mau ingatkan, sate itu enak, bakso apalagi, soto pun segar, martabak itu surga dunia, tapiii imbangin sama banyak makan sehat, ya. Semua boleh dimakan, tapi sesuai aturan bukan sesuai kemampuan perut menampung, nanti puasa sebulan malah dibilang "Waaahhh, sekarang hidupnya 'senang', ya." Padahal itu nyindir kalau kamu makin gedaaa. Hihihi.

Jadi, kasih tahu, dong, resolusi kamu di ramadhan tahun ini. Mungkin bisa menginspirasi.


Komentar

  1. Saya jadi tahu ternyata varian buah dari Amerika banyak sekali ya, dan ketika dipadukan dengan masakan khas Indonesia rasanya menjadi semakin luar biasa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hola, siapa pun anda, terima kasih sudah mampir. Semoga anda membacanya dengan seksama dan dalam tempo secukupnya. Sila tinggalkan komentar

Postingan populer dari blog ini

Persiapan Dana Pensiun Untuk Pekerja Lepas

Beberapa waktu lalu berkunjung ke rumah Pakdhe (sebutan untuk kakak laki-laki dari orang tua dalam bahasa Jawa), sedikit banyak bercerita, bertukar kabar, pandemi membuat segalanya terbatas, sapaan dalam jaringan tidak bisa menggantikan. Obrolan mengalir lancar, sedikit ejekan pun tak terlewat, Pakdhe yang satu ini sudah lanjut usia, namun jiwanya tetap muda, bisa mengikuti ritme kerabat yang seusiaku, nyaman untuk berbincang dengan beliau, mungkin salah satu faktornya adalah kehidupan masa tuanya yang tidak perlu mengkhawatirkan apa-apa. Beliau aman secara finansial, dan lingkungan keluarga yang cukup harmonis.

Pendidikan Non Formal Sebagai Pendukung Pendidikan Formal

Foto sweetlouise dari pixabay Tahun 2022, bulan Februari, yang sekarang kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pasti lagi mumet cari-cari sekolah dan universitas, banyak banget pertimbangan, mulai dari minat sampai kesanggupan orang tua. Meski sekarang sistem zonasi berlaku, tetap saja ada banyak hal yang dipertimbangkan jika terkait pemilihan sekolah. Untuk yang universitas, sudah pasti mencari yang punya jurusan impian, akreditasinya bagus, lokasinya oke, biayanya terjangkau, dan lain-lainnya.

MiAccount, Satu Kendali di Ujung Jari

Sembilan Juni dua ribu dua puluh dua, jam 10:00 WIB aku ada di ruang temu Microsoft Teams bersama teman-teman blogger yan g kece, kita gathering MiAcc ount dan Halodoc. Hmmm. Enggak jauh dari dunia Kesehatan, kan, pastinya. Webinar kali ini temanya, “Manulife Hadirkan MiAccount dan Tingkatkan Layanan Kesehatan Nasabah dengan Halodoc”.